Kebakaran besar di resor Viva Dominicus Beach di Republik Dominika meninggalkan duka setelah satu wisatawan dilaporkan tewas dan ribuan tamu harus dipindahkan dari lokasi. Api yang muncul pada Jumat pagi itu baru bisa dikendalikan sekitar lima jam kemudian, setelah 15 unit pemadam kebakaran dikerahkan ke kawasan resor di provinsi La Altagracia.
Situasi itu membuat properti wisata tersebut ditutup sementara sambil menunggu penyelidikan selesai. Gambar dan video yang beredar memperlihatkan asap tebal membubung di atas kompleks resor yang memiliki hampir 700 kamar itu.
Korban dan proses evakuasi
Kementerian Luar Negeri Republik Dominika menyebut korban meninggal adalah Francesca Valentino, perempuan berusia 46 tahun asal Caserta, Italia. Ia meninggal di rumah sakit, sementara tiga orang lain masih dirawat dengan luka yang tidak mengancam jiwa.
Pemerintah Dominika mengatakan hampir 1.700 tamu dievakuasi dan dipindahkan ke hotel-hotel terdekat. Di antara mereka terdapat 177 anak dan 21 bayi, yang semuanya keluar dari area resor saat api masih ditangani petugas.
Resor ditutup, penyebab masih diselidiki
Wyndham Hotels & Resorts menyatakan hotel telah mengevakuasi tamu dan staf dengan aman, sekaligus menegaskan bahwa properti itu tetap ditutup. Perusahaan juga menjelaskan bahwa resor tersebut dimiliki dan dioperasikan secara independen, meski bekerja dalam kemitraan dengan Wyndham Hotels & Resorts.
Pihak berwenang Dominika belum mengumumkan penyebab kebakaran dan investigasi masih berlangsung. Foto dan video dari lokasi menunjukkan kebakaran terjadi di Viva Dominicus Bayahibe resort di La Altagracia, yang berada di kawasan pantai timur Republik Dominika antara Punta Cana dan Santo Domingo.
Api besar yang muncul di salah satu resor wisata populer itu kini menyisakan pertanyaan tentang sumber awal kebakaran. Namun hingga kini, otoritas belum memberikan temuan awal terkait asal api maupun jadwal pembukaan kembali properti tersebut.







