Ke GBK Tanpa Macet, Rute MRT KRL TransJakarta dan 17 Parkir Resmi yang Bisa Dipakai

Saat agenda besar di Gelora Bung Karno berlangsung bersamaan, satu hal jadi semakin penting: cara datang yang tidak menambah waktu di jalan. Pilihan paling aman untuk menuju kawasan Senayan adalah memanfaatkan KRL, MRT Jakarta, atau TransJakarta agar perjalanan lebih terarah dan tidak bergantung pada kendaraan pribadi.

Kawasan GBK di Senayan, Jakarta Pusat, memang kerap padat karena menjadi lokasi olahraga dan hiburan berskala besar. Kondisi itu membuat akses masuk, titik turun, dan kantong parkir resmi perlu dipahami sejak awal sebelum berangkat.

MRT jadi jalur paling ringkas

MRT Jakarta menjadi opsi yang disebut paling cepat dan lebih bebas dari kemacetan. Penumpang bisa turun di Stasiun Istora Mandiri, lalu berjalan kaki sekitar 12 menit dengan jarak kurang lebih 950 meter menuju gerbang GBK.

Akses masuk yang bisa dipakai antara lain Pintu 7 yang dekat Hutan Kota GBK dan Pintu 5 di sekitar Mall FX Sudirman. Jalur ini memudahkan penonton atau pengunjung yang ingin langsung mendekat ke area utama tanpa harus memakai kendaraan pribadi.

KRL tetap bisa dipakai, tapi perlu transit

Pengguna KRL Commuter Line dapat turun di Stasiun Palmerah sebagai stasiun terdekat dari kawasan GBK. Dari titik itu, perjalanan dilanjutkan dengan ojek daring atau ojek pangkalan sejauh sekitar 2,1 km dengan waktu tempuh kurang lebih 6 menit.

Penumpang dari Jakarta Kota, Bekasi, atau Bogor perlu menuju Stasiun Manggarai lebih dulu. Setelah transit ke arah Tanah Abang, perjalanan diteruskan dengan KRL jurusan Serpong atau Rangkasbitung dan turun di Stasiun Palmerah.

Dari Tangerang, rutenya dimulai ke Stasiun Duri. Setelah transit ke Manggarai, penumpang berpindah lagi ke arah Tanah Abang sebelum turun di Stasiun Palmerah.

TransJakarta punya beberapa opsi turun dekat GBK

TransJakarta juga menjadi pilihan yang praktis karena sejumlah koridornya terhubung dengan halte di sekitar GBK. Koridor 1 rute Blok M-Kota bisa membawa penumpang turun langsung di Halte GBK.

Koridor 3F dari Kalideres juga melayani tujuan yang sama dan berhenti di Halte GBK. Dari sisi timur Jakarta, penumpang dari Kampung Rambutan atau Kampung Melayu via Koridor 7 bisa turun di Halte Cawang UKI, lalu transit ke koridor 9C arah Pinang Ranti-Senayan dan turun di Halte GBK.

Rute lain tersedia lewat Koridor 9 dari Pluit ke Pinang Ranti. Penumpang perlu transit di Halte Kuningan Barat sebelum melanjutkan ke koridor 9C dan turun di Halte GBK.

Penumpang dari Koridor 12 rute Tanjung Priok-Pluit juga punya opsi ke area ini. Mereka bisa turun di Halte TransJakarta Kota, lalu pindah ke Koridor 1 arah Kota-Blok M dan turun di Halte GBK.

17 parkir resmi disiapkan di dalam kompleks

Bagi yang tetap membawa kendaraan pribadi, PPKGBK sudah menyiapkan 17 kantong parkir resmi di area dalam kompleks GBK. Setiap titik punya pembagian jenis kendaraan yang berbeda, mulai dari roda dua, roda empat, hingga bus.

Daftar titik parkir resmi itu meliputi Area Panahan untuk roda empat, Hall Basket untuk roda dua dan roda empat, GBK Arena untuk roda dua dan roda empat, Area Tenis untuk roda dua dan roda empat, Area Baseball untuk roda dua dan roda empat, serta Wisma Serbaguna untuk roda dua dan roda empat. Ada juga Area Istora, Parkir Selatan Barat, Gedung Parkir A, Gedung Parkir B, dan Area Akuatik yang melayani roda dua dan roda empat.

Sejumlah titik lain memiliki pembagian lebih spesifik. Parkir Selatan Timur khusus roda empat, Parkir Timur Selatan dan Parkir Timur Utara untuk roda empat dan bus, Lapangan Rugby khusus roda dua, Lapangan ABC khusus roda empat, serta Taman Kridaloka dan Jalur Pintu Biru khusus roda dua.

Perencanaan perjalanan jadi kunci

Di tengah volume pengunjung yang tinggi, transportasi umum tetap menjadi langkah paling aman untuk menuju GBK. MRT dan TransJakarta menawarkan akses yang lebih efisien, sementara KRL masih bisa dipakai jika perjalanan lanjutan dari Palmerah sudah diperhitungkan.

Bagi pengguna kendaraan pribadi, parkir di titik resmi penting agar tidak menambah kepadatan di sekitar kawasan. Dengan memilih rute masuk yang tepat, mengenali halte terdekat, dan memahami pembagian kantong parkir resmi, perjalanan ke GBK bisa berlangsung lebih tertib dan nyaman saat agenda besar sedang ramai.

Source: www.medcom.id
Exit mobile version