Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menaruh pendidikan sebagai pekerjaan rumah utama untuk Cianjur. Di hadapan DPRD Kabupaten Cianjur saat Milangkala ke-349, ia menegaskan bahwa akses sekolah harus benar-benar dimanfaatkan masyarakat.
Pesan itu bukan sekadar seruan umum. KDM mendorong agar layanan pendidikan diperluas lebih cepat, terutama bagi warga yang masih tinggal di wilayah terpencil dan sulit menjangkau sekolah pemerintah.
Fokus Pemerataan Akses Sekolah
Dedi meminta Bupati Cianjur mengidentifikasi daerah yang akses pendidikannya masih terbatas. Langkah itu dinilai penting agar pembangunan fasilitas pendidikan bisa diarahkan ke titik yang paling membutuhkan.
Dalam skema yang ia tawarkan, Pemerintah Kabupaten Cianjur dapat menyiapkan pembebasan lahan. Sementara itu, pembangunan sekolah bisa ditangani oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
| Sektor | Fokus Arahan KDM | Bentuk Tindakan |
|---|---|---|
| Pendidikan | Daerah terpencil dan akses sekolah terbatas | Identifikasi wilayah lalu percepat pembangunan sekolah baru |
| Infrastruktur | Jalan Cikadu dan penataan kawasan Puncak | Melanjutkan penyelesaian dan penataan kawasan |
| Tata Ruang | Regulasi tata ruang | Mempercepat aturan agar arah pembangunan lebih jelas |
| Lingkungan | Budaya bersih | Mendorong kebiasaan menjaga kebersihan sebagai bagian dari kemajuan daerah |
Kolaborasi Jadi Jalan Cepat
Model kerja sama antara kabupaten dan provinsi itu disebut sebagai jalan cepat untuk memperluas layanan pendidikan. Dengan pembagian peran yang jelas, pembangunan sekolah di wilayah yang jauh dari pusat layanan diharapkan bisa lebih cepat terealisasi.
Gagasan tersebut juga sejalan dengan dorongan agar masyarakat memanfaatkan peluang sekolah yang sudah terbuka. Menurut KDM, pemerintah kini memiliki ruang lebih besar untuk mendorong warganya masuk ke bangku pendidikan.
Infrastruktur dan Penataan Kawasan Ikut Disorot
Selain pendidikan, Dedi Mulyadi menyoroti hasil pembangunan yang sudah mulai dirasakan masyarakat Cianjur. Salah satunya adalah jalan di daerah Cikadu yang disebut memberi manfaat bagi warga.
Ia juga menaruh perhatian pada penataan kawasan Puncak dengan mengadopsi kesuksesan penataan Ciater, Subang. Penataan pedagang, menurutnya, harus dipikirkan secara cermat agar kawasan tetap rapi dan tidak kembali kumuh.
“Untuk pedagang nanti kita pikirkan relokasi di mana, karena kalau relokasi ke tempat itu lagi nanti kumuh lagi,” tegasnya. Arahan itu menunjukkan bahwa pembenahan kawasan menjadi bagian dari agenda yang tak terpisahkan dari pembangunan Cianjur.
Cianjur Dinilai Punya Modal Besar
Dalam pandangan KDM, Cianjur punya modal yang lengkap untuk tumbuh lebih kuat. Ia menyebut daerah ini memiliki pegunungan, laut, danau, produk pertanian unggulan, hingga kawasan industri.
Karena itu, ia menilai yang dibutuhkan adalah pengelolaan yang baik dan strategi branding yang tepat. Ia juga mendorong Pemkab Cianjur segera menuntaskan tata ruang agar arah pembangunan lebih jelas.
“Cianjur dari dulu sudah dikenal sebagai daerah yang istimewa, hingga tercipta lagu Semalam di Cianjur. Tinggal dikelola dengan baik,” pungkasnya sambil mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Pesan itu disampaikan di tengah peringatan Milangkala ke-349 Kabupaten Cianjur.
Source: mediaindonesia.com






