Kapal Mewah Taipan Rusia Lewati Selat Hormuz, Di Tengah Bayang-Bayang Perang AS-Iran

Kapal pesiar super mewah Nord milik taipan baja Rusia, Alexei Mordashov, dilaporkan berhasil melintas di Selat Hormuz saat kawasan Timur Tengah masih berada dalam tensi tinggi. Pergerakan kapal sepanjang 142 meter itu terpantau lewat layanan pelacakan Vesselfinder dan MarineTraffic, yang menunjukkan Nord berangkat dari Dubai pada Jumat dan bergerak menuju Oman.

Perlintasan ini menjadi perhatian karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur paling sensitif di dunia. Setiap kapal besar yang lewat di kawasan itu, terutama yang terkait dengan tokoh yang dijatuhi sanksi, langsung menarik sorotan pengamat keamanan maritim dan pasar energi.

Rute kapal terpantau di selatan Pulau Larak

Data pelacakan menunjukkan Nord mengambil jalur di selatan Pulau Larak saat menyeberangi selat tersebut. Informasi itu menguatkan laporan bahwa kapal tetap bergerak keluar dari Dubai dan tidak menyimpang dari arah menuju Oman.

NBC News sebelumnya menyoroti jalur itu sebagai salah satu pergerakan kapal yang berlangsung di tengah pengawasan ketat. Selat Hormuz memang dikenal sebagai urat nadi pelayaran penting karena menjadi penghubung utama arus energi dan logistik dari kawasan Teluk.

Kapal mewah yang masuk radar sanksi

Nord bukan kapal biasa karena status kepemilikannya membuat kapal ini kerap mencuri perhatian. Kapal itu dibangun oleh galangan Jerman, Lürssen, lalu diserahkan kepada Mordashov pada 2021 sebelum registrasinya berganti dari bendera Kepulauan Cayman ke Rusia pada awal 2022.

Perubahan registrasi itu terjadi setelah Mordashov terkena sanksi internasional. Riwayat tersebut membuat Nord menjadi salah satu kapal pesiar yang sering dipantau saat muncul di rute pelayaran internasional yang sensitif secara politik maupun keamanan.

Alexei Mordashov sendiri adalah pemilik utama perusahaan baja Rusia, Severstal. Forbes Rusia mencatat pada 2026 ia menempati posisi teratas dalam daftar tahunan orang terkaya Rusia dengan estimasi kekayaan US$ 37 miliar, dan itu disebut sebagai pertama kalinya dalam sejarah daftar tersebut kekayaan seorang miliarder Rusia menembus US$ 30 miliar.

Lalu lintas kapal tetap berlangsung

Selain Nord, MarineTraffic juga mencatat dua tanker lain yang dikenai sanksi Amerika Serikat, yakni Ocean Jet dan Lumina Ocean, turut melintas di Selat Hormuz pada malam hingga Sabtu waktu setempat. Data ini menunjukkan aktivitas pelayaran masih berjalan meski situasi keamanan di kawasan belum stabil.

Tidak hanya tanker, lima kapal kargo tambahan ikut terpantau menyeberang pada rentang Jumat sore hingga Sabtu pagi. Di antara kapal tersebut terdapat satu kapal berbendera Iran dan sebuah feri penumpang dari Oman, yang menegaskan bahwa arus pelayaran di selat itu masih aktif di bawah pengawasan ketat.

Hormuz tetap jadi titik rawan geopolitik

Selat Hormuz kembali menjadi perhatian karena berada di tengah bayang-bayang eskalasi antara Iran dan Amerika Serikat. Dalam situasi seperti ini, pergerakan kapal bukan hanya soal logistik, tetapi juga kerap dibaca sebagai indikator risiko keamanan di lapangan.

Iran dilaporkan memblokir Selat Hormuz sejak pecahnya perang dengan Amerika Serikat dan Israel, lalu AS merespons dengan blokade angkatan laut terhadap sejumlah pelabuhan Iran. Komando Pusat AS menegaskan langkah itu tidak ditujukan untuk menghambat distribusi barang, tetapi kebijakan tersebut tetap menambah lapisan tekanan di perairan strategis itu.

Keberhasilan Nord menyeberang menunjukkan bahwa jalur yang sangat penting ini masih bisa dilalui kapal tertentu meski risikonya tinggi. Pada saat yang sama, kehadiran beberapa kapal lain dalam periode yang sama memperlihatkan Selat Hormuz tetap berfungsi sebagai koridor pelayaran vital, meski ketegangan militer dan pengawasan keamanan belum mereda.

Source: www.beritasatu.com
Exit mobile version