Terowongan Bawah Laut Rusia-AS Makin Dekat, Sinyal Baru Dari Selat Bering

Sinyal baru soal terowongan bawah laut yang dapat menghubungkan Rusia dan Amerika Serikat kembali mencuri perhatian setelah Kepala Russian Direct Investment Fund (RDIF), Kirill Dmitriev, menyebut langkah lanjutan proyek itu akan makin jelas menjelang akhir tahun. Pernyataan tersebut disampaikan di St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026 saat ia membahas perkembangan inisiatif lintas Selat Bering itu.

Dmitriev mengatakan proses yang dijalankan berlangsung bertahap dan tenang. Ia juga menegaskan RDIF sudah menandatangani perjanjian dengan sebuah perusahaan yang akan merancang terowongan itu, sembari menyebut dialog antara Rusia dan Amerika Serikat masih tetap berjalan di berbagai bidang.

Proyek yang kembali jadi sorotan

Gagasan membangun koneksi bawah laut antara dua negara itu bukan pembahasan baru, tetapi kembali menguat di tengah percakapan kerja sama yang lebih luas. Selat Bering memisahkan wilayah Rusia dan Amerika Serikat, sehingga proyek ini dipandang sebagai salah satu rencana infrastruktur paling ambisius yang pernah dibahas dalam hubungan kedua negara.

Posisi Dmitriev membuat pernyataannya mendapat perhatian lebih besar. Selain memimpin RDIF, ia juga menjabat sebagai utusan khusus Presiden Rusia untuk kerja sama ekonomi dengan negara-negara asing.

Dialog Moskow-Washington masih dibuka

Di forum yang sama, Dmitriev menekankan bahwa komunikasi antara Moskow dan Washington masih berlangsung. Ia menyebut ada dialog yang baik di banyak bidang, sehingga pembahasan proyek terowongan dapat terus bergerak dalam jalur yang sama.

Pernyataan itu memberi sinyal bahwa proyek tersebut tidak berdiri sendiri. Dalam konteks yang lebih luas, pembicaraan soal terowongan ikut terkait dengan hubungan ekonomi dan politik antara kedua negara.

Langkah seperti penandatanganan perjanjian desain juga menunjukkan bahwa pembahasan belum berhenti di tahap wacana. Hingga kini, detail teknis lanjutan belum diungkapkan secara terbuka oleh RDIF maupun pejabat Rusia.

Panggung politik dan ekonomi Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin juga menyinggung arah kebijakan negaranya dalam sidang pleno SPIEF 2026. Ia mengatakan Rusia terus memperkuat kedaulatan bukan dengan menutup diri, melainkan dengan memperluas lingkaran mitra kerja sama.

Putin turut menyampaikan bahwa pemerintah Rusia telah diberi instruksi untuk kembali mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan mulai tahun depan. Ia menegaskan fondasi kebijakan makroekonomi tetap terjaga dan perlu diperkuat agar pertumbuhan bisa berlanjut.

Sinyal berikutnya ditunggu menjelang akhir tahun

SPIEF 2026 berlangsung pada 3–6 Juni dan menjadi ajang penting bagi Rusia untuk menyampaikan arah kebijakan ekonomi serta relasi internasionalnya. Dalam forum itu, pembicaraan tentang kedaulatan, pertumbuhan, dan perluasan mitra kerja sama muncul bersamaan dengan isu terowongan lintas Selat Bering.

Dmitriev belum membuka rincian teknis proyek tersebut, tetapi ia memberi sinyal bahwa kejelasan berikutnya akan muncul menjelang akhir tahun. Untuk saat ini, fokus pembahasan masih berada pada desain, koordinasi, dan kelanjutan dialog antara Rusia dan Amerika Serikat.

Source: mediaindonesia.com
Exit mobile version