Dua gol Harry Kane mengantar Inggris ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah sempat berada dalam posisi tertekan. Kemenangan 2-1 atas Republik Demokrasi Kongo membuat Tiga Singa lolos, meski awal pertandingan berjalan jauh dari kata nyaman.
Inggris justru tertinggal lebih dulu lewat gol Brian Cipenga pada menit ketujuh. Situasi itu memaksa Inggris mencari cara untuk membongkar pertahanan Kongo yang disiplin dan membuat laga berjalan dengan tensi tinggi hingga menit-menit akhir.
Kane Jadi Pembeda di Momen Krusial
Kapten Inggris, Harry Kane, baru benar-benar menentukan hasil pertandingan pada fase akhir. Ia mencetak gol pada menit ke-75 dan ke-86 untuk membalikkan keadaan sekaligus memastikan Inggris pulang dengan tiket ke fase gugur.
Kane menilai kemenangan itu lahir dari ketenangan tim untuk tetap bermain dengan identitas mereka sendiri. Ia juga menegaskan bahwa setiap pemain bisa muncul sebagai penentu di momen berbeda.
“Siapa pun bisa memiliki momen sebagai pahlawan, dan hari ini giliran saya. Sepanjang pekan kami juga berbicara untuk tetap menjadi diri sendiri,” ujar Kane seperti dikutip laman FIFA.
Laga Sulit yang Butuh Perubahan
Inggris belum menemukan ritme terbaik pada babak pertama dan baru tampil lebih hidup setelah jeda. Perubahan strategi di babak kedua membantu mereka menembus pertahanan rapat Kongo dan membuat aliran bola ke area berbahaya menjadi lebih terorganisasi.
Kane menyebut laga itu sangat berat dan penuh tekanan. Ia juga menyoroti performa kiper Kongo yang sempat membuat Inggris kesulitan lewat sejumlah penyelamatan penting.
“Rasanya hebat sekali. Pertandingan yang benar-benar gila. Mereka adalah tim yang tangguh dan setelah jeda minum pertama kami bermain jauh lebih baik. Kiper mereka melakukan sejumlah penyelamatan yang luar biasa,” kata Kane.
| Detail Pertandingan | Informasi |
|---|---|
| Hasil akhir | Inggris 2-1 Republik Demokrasi Kongo |
| Gol Inggris | Harry Kane menit ke-75 dan ke-86 |
| Gol Kongo | Brian Cipenga menit ke-7 |
| Babak | Babak 32 besar Piala Dunia 2026 |
Masih Ada Pekerjaan Rumah
Meski berhasil lolos, Inggris masih menyisakan catatan di lini belakang setelah kebobolan cepat. Gol Kongo menunjukkan bahwa konsentrasi awal Tiga Singa belum sepenuhnya stabil, sesuatu yang bisa menjadi masalah di fase gugur berikutnya.
Kane juga mengakui bahwa timnya belum tampil sempurna. Ia menilai fleksibilitas taktik dan fokus penuh sepanjang laga harus dijaga jika Inggris ingin melangkah lebih jauh di turnamen ini.
“Namun, di fase gugur seperti ini yang terpenting adalah bisa lolos. Kami sudah memasuki tahap turnamen ketika Anda harus berjuang keras untuk meraih kemenangan, dan itulah yang kami lakukan hari ini,” ucap Kane.
Ujian Berat Berikutnya
Keberhasilan menyingkirkan Kongo membawa Inggris ke babak 16 besar, tetapi lawan berikutnya sudah menunggu. Mereka akan langsung menghadapi tuan rumah Meksiko dalam laga yang diprediksi lebih berat secara fisik dan mental.
Dengan intensitas turnamen yang terus meningkat, Inggris perlu menjaga ketajaman di depan gawang dan disiplin di lini belakang. Dua aspek itu akan sangat menentukan apakah Tiga Singa mampu terus melaju di Piala Dunia 2026.
Source: www.suara.com






