Stasiun Bogor bersiap menampung arus penumpang yang makin padat. KAI menyiapkan penguatan kapasitas lewat pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 agar alur naik-turun pelanggan lebih tertata saat jam sibuk.
Langkah ini diambil di tengah beban layanan Bogor Line yang sangat tinggi. Sepanjang semester I 2026, lintas tersebut melayani 78,07 juta pelanggan atau rata-rata sekitar 431.368 orang per hari.
Arus Harian di Bogor Line Masih Sangat Besar
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan peningkatan kapasitas menjadi kebutuhan penting karena ratusan ribu pelanggan mengandalkan Bogor Line setiap hari. Dalam keterangan resmi pada Minggu (12/7/2026), ia menegaskan bahwa pengembangan layanan disiapkan sejak pelanggan masuk stasiun hingga tiba di tujuan.
“Ratusan ribu pelanggan mengandalkan Bogor Line setiap hari untuk bekerja, belajar, dan menjalankan berbagai aktivitas. Karena itu, pengembangan layanan disiapkan dengan melihat kebutuhan pelanggan sejak memasuki stasiun, menunggu di peron, naik ke dalam KRL, hingga tiba di tujuan,” ujar Anne.
Di Stasiun Bogor sendiri, Januari hingga Juni 2026 mencatat 18.451.462 pergerakan pelanggan. Jumlah itu terdiri dari 9.371.057 gate in dan 9.080.405 gate out, dengan rata-rata sekitar 101.942 pergerakan per hari.
Peron Jalur 6, 7, dan 8 Disiapkan untuk SF12
KAI menargetkan peron jalur 6, 7, dan 8 bisa mendukung pengoperasian rangkaian KRL formasi 12 kereta atau SF12. Sebelumnya, jalur tersebut maksimal hanya melayani rangkaian SF10.
Pengembangan ini memberi ruang lebih besar untuk mengatur kedatangan dan keberangkatan KRL di Stasiun Bogor. KAI juga berharap distribusi pelanggan ke lebih banyak peron bisa mengurangi penumpukan di satu titik.
| Fokus Pengembangan | Kondisi Sebelumnya | Tujuan |
|---|---|---|
| Peron jalur 6, 7, dan 8 | Maksimal SF10 | Mendukung SF12 dan mengurangi kepadatan |
| Overcapping peron | Belum dirinci | Menambah kenyamanan saat panas atau hujan |
Sudah Melewati Uji Beban dan Uji Operasional
Peron jalur 6, 7, dan 8 telah menjalani uji bersama yang melibatkan tim prasarana, sarana, dan operasi. Tahapan itu dilakukan untuk memastikan kesiapan jalur, peron, listrik aliran atas, sarana KRL SF12, dan pola operasi.
Uji tersebut melanjutkan uji beban dengan lokomotif pada 29 Juni 2026 dan uji coba operasional KRL pada 1 Juli 2026. Seluruh hasilnya dipakai sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan pada tahap akhir pekerjaan.
Anne menekankan bahwa pemeriksaan dilakukan dengan cermat karena keselamatan pelanggan dan keandalan perjalanan menjadi acuan utama. Menurut dia, kesiapan sarana dan prasarana harus selaras sebelum fasilitas digunakan dalam pelayanan.
Pekerjaan Fisik dan Pembaruan Armada Berjalan Bersamaan
Pengembangan di Stasiun Bogor mencakup perpanjangan jalur dan peron, pekerjaan struktur dan arsitektur, penataan listrik aliran atas, mekanikal dan elektrikal, serta fasilitas pendukung. KAI juga menyiapkan overcapping untuk memberi kenyamanan saat pelanggan menunggu KRL.
Di sisi lain, pembaruan sarana KRL Commuter Line Jabodetabek terus berjalan. Program pengadaan mencakup 27 rangkaian baru atau 324 kereta, terdiri atas 11 rangkaian produksi CRRC dan 16 rangkaian produksi PT INKA (Persero).
Berdasarkan pembaruan internal terakhir, 18 dari 27 rangkaian baru atau 216 kereta sudah beroperasi. Rinciannya terdiri atas 11 rangkaian produksi CRRC dan 7 rangkaian produksi INKA.
Sembilan rangkaian produksi INKA lainnya masih melanjutkan tahapan sesuai progres masing-masing sebelum digunakan dalam pelayanan. Seluruh 11 rangkaian CRRC telah dioperasikan bertahap untuk memperkuat layanan Bogor Line dan Cikarang Line.
Pada Juni 2025, dua rangkaian produksi CRRC mulai melayani Bogor Line. Dua rangkaian produksi INKA kemudian mulai beroperasi secara reguler pada Desember 2025 setelah memperoleh sertifikasi keselamatan dan kelaikan dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.
Anne menyebut rangkaian SF12 memberi kapasitas lebih besar dalam satu perjalanan, tetapi manfaatnya baru optimal jika didukung kesiapan peron, jalur, sistem kelistrikan, fasilitas perawatan, petugas, dan pengaturan perjalanan. Selama tahap akhir pekerjaan, KAI bersama KAI Commuter masih menyiapkan alur pelanggan, informasi layanan, dan penempatan petugas di Stasiun Bogor.
Pelanggan juga diimbau memperhatikan informasi perjalanan dan mengikuti arahan petugas di area stasiun. Dengan beban harian yang menembus ratusan ribu pelanggan, tambahan kapasitas di Stasiun Bogor diharapkan benar-benar terasa dalam kelancaran perjalanan di Bogor Line.
