Judol Pegawai Pemprov Jabar Tembus Rp14 Miliar, Ada Transaksi Sampai Rp600 Juta

Transaksi judi online di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat ternyata jauh lebih besar dari sekadar jumlah pegawai yang terlibat. Data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan menunjukkan total perputaran dananya mencapai sekitar Rp14 miliar.

Angka itu berasal dari 2.663 pegawai yang sudah terverifikasi dari total 2.694 data yang diterima Pemprov Jabar. Di dalamnya ada 419 aparatur sipil negara, 634 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja, dan 1.610 PPPK paruh waktu.

Nominal Transaksi Sangat Beragam

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan nilai transaksi yang tercatat sangat bervariasi. Ada pegawai yang hanya tercatat bertransaksi Rp10.000, tetapi ada juga yang mencapai ratusan juta rupiah.

Data Pegawai TerverifikasiJumlahKeterangan
Total data diterima Pemprov Jabar2.694Masuk dari PPATK
Data terverifikasi2.663ASN, PPPK, dan PPPK paruh waktu
ASN419Aparatur sipil negara
PPPK634Pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja
PPPK paruh waktu1.610Kategori terbesar dalam data

“Ada yang paling kecil itu Rp10.000,” kata Dedi saat diwawancarai di Gedung DPRD Jabar, Selasa (14/7/2026).

Di sisi lain, transaksi terbesar yang ditemukan mencapai Rp600 juta. Menurut Dedi, angka itu berasal dari seorang pegawai di salah satu dinas.

Rp14 Miliar Bukan Seluruhnya Deposit

Dedi menegaskan total Rp14 miliar itu bukan berarti seluruhnya uang yang disetorkan untuk berjudi. Nilai tersebut adalah akumulasi seluruh aktivitas transaksi yang terekam, termasuk dana yang kembali masuk ke rekening setelah pemain memperoleh kemenangan.

“Tapi Rp14 miliar itu kalau dipilah, ada juga yang masuk dia dapat gitu. Enggak cuma deposit. Jadi misalnya menang, ya, masuk lagi kan? deposit,” jelasnya.

Karena itu, angka tersebut lebih tepat dipahami sebagai total perputaran transaksi, bukan sekadar total deposit judi online. Pemerintah provinsi menegaskan yang dihitung adalah seluruh transaksi yang tercatat dalam data PPATK.

Pemeriksaan dan Sanksi Masih Berjalan

Saat ini, Pemprov Jawa Barat masih memeriksa seluruh pegawai yang masuk dalam data PPATK. Hasil pemeriksaan itu akan menjadi dasar penentuan sanksi disiplin sesuai tingkat pelanggaran masing-masing pegawai.

Sanksi yang disiapkan bervariasi, mulai dari pembinaan hingga hukuman disiplin berat. Dedi menyebut bentuknya bisa berupa penundaan kenaikan gaji berkala selama satu tahun, penundaan kenaikan pangkat, penurunan pangkat, pemutusan kontrak PPPK, atau pemberhentian sebagai ASN jika ditemukan pelanggaran berat.

Kasus ini menunjukkan bahwa persoalan judi online di lingkungan birokrasi tidak hanya menyangkut jumlah pelaku, tetapi juga besarnya arus uang yang ikut bergerak di balik transaksi tersebut. Pemeriksaan internal di Jawa Barat masih menjadi penentu langkah lanjutan bagi ribuan pegawai yang namanya sudah masuk dalam data PPATK.

Source: www.detik.com
Terkait