Jerman Tertekan Lawan Curaçao, Belanda dan Jepang Siap Adu Kuat di Match Day 4

Hari Minggu di Piala Dunia Putra FIFA 2026 menghadirkan empat laga yang sama-sama menarik, tetapi sorotan terbesar jatuh pada Jerman kontra Curaçao dan Belanda melawan Jepang. Dua duel ini mempertemukan tim elite yang ingin menegaskan status dengan lawan yang datang membawa momentum dan kepercayaan diri tinggi.

Jerman membutuhkan старт yang meyakinkan setelah dua edisi terakhir berakhir mengecewakan, sementara Belanda harus menjaga reputasi favorit grup saat menghadapi Jepang yang punya rekor kualifikasi sangat kuat. Di laga lain, Ivory Coast melawan Ekuador serta Tunisia menghadapi Swedia juga membawa tensi tersendiri.

Jerman wajib langsung tancap gas

Laga Jerman kontra Curaçao akan digelar di Houston Stadium pada Minggu, 14 Juni 2026 pukul 1 siang waktu ET dan tayang di FOX. Pertandingan ini juga tersedia lewat streaming dengan tiga hari gratis di FOX One.

Jerman membuka kampanye Piala Dunia ke-21 mereka dengan beban besar setelah gagal lolos dari fase grup pada 2018 dan 2022. Status mereka sebagai juara dunia 2014 belum cukup untuk menghapus tekanan, sehingga kemenangan atas Curaçao menjadi penting agar langkah menuju fase gugur tetap aman.

Di bawah Julian Nagelsmann, ada tanda-tanda kebangkitan sejak ia ditunjuk pada 2023. Jerman menjuarai grup di Euro 2024, melaju sampai perpanjangan waktu saat kalah 2-1 dari Spanyol, lalu menutup Grup A kualifikasi Piala Dunia UEFA di atas Slovakia, Irlandia Utara, dan Luksemburg.

Curaçao datang dengan debut bersejarah

Curaçao tampil untuk pertama kalinya di Piala Dunia setelah memanfaatkan jalur kualifikasi CONCACAF yang tidak diikuti Amerika Serikat, Meksiko, atau Kanada. Mereka lolos sebagai juara Grup B di putaran ketiga tanpa kekalahan dalam enam laga, di atas Jamaika, Trinidad & Tobago, dan Bermuda.

Modal itu mengangkat Curaçao ke peringkat 82 FIFA dan menjadikannya negara terkecil yang pernah lolos ke Piala Dunia dari sisi populasi maupun luas wilayah. Negara pulau ini memiliki sekitar 158.000 penduduk dan luas 171 mil persegi.

Skuad Curaçao juga sangat dipengaruhi Belanda. Sebanyak 25 dari 26 pemain lahir di Belanda, termasuk kapten Leandro Bacuna dan adiknya, Juninho Bacuna, sementara satu-satunya pemain yang lahir di Curaçao adalah Tahith Chong.

Di pinggir lapangan, Dick Advocaat yang berusia 78 tahun memimpin tim. Ia akan menjadi pelatih tertua dalam sejarah Piala Dunia pada laga ini dan menjalani turnamen ketiganya setelah membawa Belanda ke perempat final pada 1994 serta Korea Selatan tersingkir di fase grup pada 2006.

Florian Wirtz jadi tumpuan Jerman

Florian Wirtz menjadi nama utama yang paling disorot dari kubu Jerman. Gelandang serang berusia 23 tahun itu mencetak tiga gol dan empat assist dalam lima penampilan terakhirnya untuk tim nasional, sehingga menjadi salah satu pemain paling menentukan di skuad Nagelsmann.

Di level klub, Wirtz mencatat lima gol dan empat assist dalam 33 penampilan Premier League untuk Liverpool musim ini. Sebelumnya bersama Bayer Leverkusen, ia meraih gelar Bundesliga Player of the Season 2023-24 dan German Footballer of the Year 2025.

Laga melawan Curaçao juga akan menjadi debut Wirtz di Piala Dunia. Bagi Jerman, kontribusinya bisa menjadi pembeda dalam pertandingan pembuka yang tidak boleh mereka lewatkan.

Belanda dan Jepang sama-sama punya alasan percaya diri

Belanda dan Jepang akan bertemu di Dallas Stadium pada Minggu, 14 Juni 2026 pukul 4 sore waktu ET. Laga ini tayang di FOX dan juga tersedia streaming tiga hari gratis di FOX One.

Belanda memasuki turnamen sebagai favorit Grup F dan menunjukkan konsistensi tinggi di bawah Ronald Koeman sejak 2023. Mereka mencapai semifinal Euro 2024 dan menyelesaikan kualifikasi Piala Dunia UEFA Grup G tanpa kekalahan.

Dalam kualifikasi, Belanda mencetak 27 gol dan hanya kebobolan empat kali saat finis di atas Polandia, Finlandia, Malta, dan Lithuania. Mereka juga berada di peringkat 8 FIFA, jauh di atas Jepang yang menempati posisi 18 dunia.

Meski belum pernah menjuarai Piala Dunia, Belanda memiliki sejarah panjang sebagai runner-up pada 1974, 1978, dan 2010. Kekuatan mereka kali ini juga bertumpu pada pemain berpengalaman seperti Memphis Depay, Virgil van Dijk, dan Frenkie de Jong.

Jepang membawa rekor kualifikasi yang sangat kuat

Jepang tampil dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatat rekor 13-2-1 di kualifikasi Piala Dunia AFC. Samurai Blue mencetak 54 gol dan hanya kebobolan tiga kali, angka yang menunjukkan disiplin serta efektivitas mereka sepanjang jalur kualifikasi.

Jepang sudah tampil di Piala Dunia sejak 1998 dan tidak pernah absen setelahnya. Mereka juga sudah empat kali menembus fase gugur, tetapi belum pernah menang di babak knockout.

Dalam dua edisi terakhir, Jepang selalu dekat dengan hasil besar. Pada 2018 mereka kalah dari Belgia lewat gol menit akhir, sedangkan pada 2022 mereka tersingkir dari Kroasia lewat adu penalti di babak 16 besar.

Hajime Moriyasu akan memimpin Jepang di Piala Dunia kedua beruntun, tetapi tantangan datang dari cedera Wataru Endo, Kaoru Mitoma, dan Takumi Minamino. Serangan mereka diperkirakan bertumpu pada Ayase Ueda dan Daizen Maeda.

Ueda memimpin daftar pencetak gol Eredivisie dengan 25 gol untuk Feyenoord musim ini, sementara Maeda mencatat 16 gol dan 10 assist untuk Celtic. Jika Jepang ingin menahan Belanda, mereka harus memanfaatkan produktivitas dua pemain itu sejak awal.

Zion Suzuki bisa jadi kunci di bawah mistar

Nama yang disorot di kubu Jepang adalah Zion Suzuki. Kiper utama mereka lahir di Newark, New Jersey dari ibu asal Jepang dan ayah asal Ghana, lalu pindah ke Jepang saat masih kecil.

Suzuki menjadi starter dalam 10 laga kualifikasi Piala Dunia Jepang dan mencatat delapan clean sheet. Bersama Parma di Serie A, ia juga tampil solid dengan lima clean sheet dan 166 penyelamatan dalam 20 penampilan pada musim 2025/26.

Jika Jepang ingin meredam Belanda, Suzuki kemungkinan harus kembali tampil sibuk. Tekanan dari lini depan Belanda bisa menjadi ujian besar bagi kiper yang sedang naik daun itu.

Duel lain juga menjanjikan laga ketat

Ivory Coast akan menghadapi Ekuador di Philadelphia Stadium pada Minggu, 14 Juni 2026 pukul 7 malam waktu ET, dengan siaran di FS1 dan streaming di FOX One. Kedua tim datang dengan modal kualifikasi yang sama-sama solid.

Ivory Coast belum pernah lolos dari fase grup dalam tiga penampilan Piala Dunia sebelumnya, tetapi kali ini mereka datang dengan skuad termuda di turnamen, rata-rata usia 25,8 tahun. Mereka lolos dari kualifikasi CAF dengan rekor 8-2-0, tidak kebobolan satu gol pun, dan mencetak 25 gol sebagai juara grup.

Ekuador juga tampil kuat di kualifikasi CONMEBOL dengan finis kedua di belakang Argentina. Dalam 18 laga, mereka hanya kebobolan lima gol dan mencatat 13 clean sheet, menyamai rekor kebobolan paling sedikit di kualifikasi CONMEBOL.

Laga terakhir hari itu mempertemukan Tunisia dan Swedia di Monterrey Stadium pada Minggu, 14 Juni 2026 pukul 7 malam waktu ET. Swedia bangkit lewat playoff setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2022 dan Euro 2024, sementara Tunisia datang dengan rekor kualifikasi 9-1-0 tanpa kebobolan.

Tunisia akan tampil di Piala Dunia ketiga beruntun dan ketujuh secara keseluruhan, meski belum pernah menembus fase gugur. Sementara itu, sorotan di kubu Swedia tertuju pada Viktor Gyökeres yang tampil tajam di playoff dan menjadi tumpuan utama dalam laga yang sulit diprediksi ini.

Source: www.foxsports.com

Terkait