Jerhemy Owen tidak berhenti pada penggalangan dana saat banjir dan longsor melanda Sumatra pada Desember 2025. Dari situ, kreator konten berusia 24 tahun itu mendorong program penanaman pohon yang kini mulai berjalan di Aceh.
Gerakan itu bernama Wenanam Sumatra. Program ini lahir dari keyakinan bahwa pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan bantuan darurat, tetapi juga harus menyentuh akar persoalan yang membuat kerusakan semakin parah.
Kerusakan Hutan Jadi Titik Awal
Jerhemy menilai banjir dan longsor di Sumatra, terutama di Aceh, berkaitan erat dengan rusaknya hutan. Ia menyebut banyak kawasan sudah berubah fungsi menjadi sawit atau hutan industri.
Kepada Kompas.com, Jerhemy mengatakan bahwa alih fungsi lahan membuat hutan-hutan di wilayah tersebut semakin rusak. Kondisi itu, menurut dia, ikut memperbesar dampak bencana yang terjadi.
“Salah satu alasan banjir dan longsor itu bisa terjadi, ya karena banyaknya hutan yang rusak di Sumatra, terutama di Aceh. Karena udah entah dijadikan sawit, entah dijadikan hutan industri. Jadi, hutan-hutannya itu udah rusak,” katanya.
Dari Donasi Darurat ke Program Tanam Pohon
Di bulan yang sama, Jerhemy membuka donasi khusus untuk penanaman pohon dan pemulihan hutan di Aceh, Sumatra. Ia juga mulai berkoordinasi dengan sejumlah organisasi lingkungan untuk memetakan langkah teknis yang bisa dilakukan.
Prosesnya tidak langsung masuk ke tahap tanam. Saat itu, kondisi lapangan masih diprioritaskan untuk pemulihan awal, kebutuhan warga, bangunan penting, dan infrastruktur.
Jerhemy juga menegaskan bahwa lahan bekas banjir dan longsor tidak bisa langsung ditanami. Area tersebut perlu waktu sampai benar-benar siap sebelum reboisasi dijalankan.
Target Lebih dari 150.000 Pohon di Dua Lokasi
Wenanam Sumatra kini masuk tahap pelaksanaan dengan target lebih dari 150.000 pohon. Penanaman akan dilakukan di dua lokasi, yaitu Tenggulun, Aceh Tamiang, dan CRU DAS Peusangan, Bener Meriah, Aceh.
| Lokasi | Daerah | Target | Mitra |
|---|---|---|---|
| Tenggulun | Aceh Tamiang | Bagian dari lebih dari 150.000 pohon | Leuser Conservation Forum, WWF Indonesia |
| CRU DAS Peusangan | Bener Meriah, Aceh | Bagian dari lebih dari 150.000 pohon | Leuser Conservation Forum, WWF Indonesia |
Untuk menjalankan program itu, Jerhemy menggandeng Leuser Conservation Forum dan WWF Indonesia. Fokusnya bukan hanya memulihkan tutupan hutan, tetapi juga mengembalikan habitat gajah Sumatra.
Program ini juga diharapkan bisa menekan potensi konflik antara satwa liar dan warga di sekitar kawasan terdampak. Dengan begitu, reboisasi tidak hanya menjadi upaya pemulihan lingkungan, tetapi juga bagian dari pencegahan masalah baru di lapangan.
Lokasi Penanaman Wenanam Sumatra
Aceh menjadi pusat program karena kerusakan hutan di wilayah ini disebut paling berkaitan dengan dampak banjir dan longsor. Dua titik yang disiapkan berada di Aceh Tamiang dan Bener Meriah, dengan pelaksanaan bertahap bersama mitra konservasi.
Langkah ini memperlihatkan bahwa gerakan yang dimulai dari situasi darurat bisa berkembang menjadi program pemulihan jangka panjang. Bagi Jerhemy, menanam kembali pohon di kawasan yang rusak menjadi cara untuk menghubungkan bantuan bencana dengan pemulihan hutan secara nyata.
