Wajah yang kering, kusam, atau bengkak setelah terbang sering disebut flight face. Kondisi ini muncul karena udara kabin sangat rendah kelembapannya dan sirkulasi udara terus didaur ulang.
Semakin lama berada di pesawat, semakin besar peluang kulit kehilangan hidrasi alaminya. Ahli estetika asal New York, Danielle Gamble, mengatakan kepada Travel + Leisure bahwa kulit bisa terlihat kusam, terasa kencang, dan lebih rentan berjerawat saat kelembapannya turun.
Persiapan sebelum naik pesawat
Salah satu langkah yang disarankan adalah facial satu hari sebelum keberangkatan. Perawatan ini membantu membersihkan kulit sekaligus mengembalikan kelembapan agar wajah lebih siap menghadapi udara kering di kabin.
Fokus utama saat facial sebaiknya tetap pada hidrasi kulit. Jika ada proses ekstraksi komedo atau pembersihan pori, produk yang digunakan tetap perlu memberi kelembapan maksimal setelahnya.
Perawatan yang membantu bahan aktif bekerja lebih dalam
Tak semua facial memberi hasil yang sama. Gamble menyarankan perawatan yang memakai teknologi seperti iontophoresis dan sonophoresis karena keduanya membantu bahan aktif masuk lebih optimal ke dalam kulit.
Iontophoresis memanfaatkan arus listrik ringan, sedangkan sonophoresis menggunakan gelombang ultrasonik untuk membantu serum dan pelembap terserap lebih dalam. Metode ini berguna untuk mengunci kelembapan sebelum perjalanan panjang.
| Langkah | Tujuan | Detail Utama |
|---|---|---|
| Facial sebelum keberangkatan | Menyiapkan kulit | Membersihkan kulit dan mengembalikan kelembapan |
| Iontophoresis | Penyerapan produk | Memakai arus listrik ringan agar bahan aktif masuk lebih dalam |
| Sonophoresis | Penyerapan produk | Memakai gelombang ultrasonik agar serum lebih terserap |
| Pijat limfatik wajah | Mengurangi sembap | Melancarkan sirkulasi darah dan menekan penumpukan cairan |
| Masker leave-on | Menjaga hidrasi | Dapat dipakai lagi selama penerbangan bila diperlukan |
Pijat limfatik dan masker pelembap bisa bantu jaga tampilan wajah
Wajah sembap setelah duduk berjam-jam di pesawat juga bisa diantisipasi dengan pijat limfatik saat facial. Teknik ini membantu melancarkan sirkulasi darah dan mengurangi penumpukan cairan di wajah sehingga kulit terlihat lebih segar.
Begitu masuk ke kabin dan tangan sudah bersih, masker pelembap yang tidak perlu dibilas atau leave-on mask bisa langsung digunakan. Pada penerbangan yang lebih lama, masker ini dapat dipakai kembali sesuai kebutuhan untuk menjaga kadar air di kulit.
Kebersihan tangan tetap penting selama terbang
Hal sederhana seperti kebersihan tangan punya peran besar saat ingin merawat kulit di perjalanan. Tangan yang bersih penting sebelum menyentuh wajah atau mengoleskan produk perawatan di pesawat.
Hand sanitizer atau mencuci tangan lebih dulu dapat membantu menekan risiko perpindahan kuman yang memicu iritasi maupun jerawat. Langkah ini menjadi pelengkap penting agar perawatan kulit di udara tetap aman dan efektif.
Perawatan setelah liburan juga diperlukan
Perawatan tidak berhenti ketika pesawat mendarat. Gamble menilai facial setelah liburan juga penting, terutama bila perjalanan membawa tubuh ke daerah dengan cuaca ekstrem seperti pantai atau pegunungan bersalju.
Paparan sinar matahari, angin, air laut, atau udara dingin bisa membuat kulit stres. Perawatan ulang membantu mengembalikan kelembapan, memperbaiki lapisan pelindung kulit, dan menjaga wajah tetap sehat serta bercahaya setelah perjalanan.
Selain perawatan luar, asupan cairan juga perlu dijaga selama terbang. Minum air putih yang cukup, membatasi alkohol dan minuman berkafein, serta rutin memakai pelembap menjadi kombinasi yang membantu mencegah flight face sepanjang perjalanan.
