Jepang Dilanda Dua Badai Tropis, 120 Penerbangan Batal dan Ancaman Banjir Meluas

Author: Cung Media

Dua badai tropis yang bergerak di wilayah selatan dan barat Jepang memicu gangguan besar pada transportasi udara, evakuasi warga, hingga aktivitas industri. Dalam hitungan jam, cuaca ekstrem ini membuat 120 penerbangan dibatalkan dan ancaman banjir serta tanah longsor kian meluas di sejumlah prefektur.

Dampak terberat terjadi di Okinawa dan Kagoshima, dua wilayah yang menjadi titik gangguan utama penerbangan. Japan Airlines dan All Nippon Airways membatalkan total 120 penerbangan akibat cuaca buruk yang terus memburuk.

Mekkhala dan Higos bergerak bersamaan

Badai tropis Mekkhala menjadi sorotan karena sebelumnya sempat berstatus topan dan membawa angin hingga 144 kilometer per jam. Hujan lebat juga mengguyur wilayah Jepang bagian selatan dan barat, menambah risiko di daerah yang sudah rentan terhadap bencana hidrometeorologi.

Badan Meteorologi Jepang menyebut Mekkhala diperkirakan melintasi Pulau Kyushu dan Shikoku sepanjang akhir pekan. Pada saat yang sama, Higos bergerak di kawasan Samudra Pasifik dan berpotensi saling memengaruhi dengan Mekkhala.

Para ahli meteorologi memperingatkan kemungkinan fenomena Fujiwhara. Kondisi ini terjadi ketika dua badai tropis saling berinteraksi sehingga arah gerak dan kekuatannya menjadi lebih sulit diprediksi.

Evakuasi meluas di wilayah rawan banjir dan longsor

Otoritas setempat mengeluarkan imbauan evakuasi di berbagai daerah yang dinilai rawan banjir dan tanah longsor. Di Prefektur Kyoto, ribuan warga juga diminta mengungsi karena risiko longsor meningkat.

Rekaman NHK memperlihatkan aliran sungai yang deras di sejumlah wilayah, sementara pemerintah daerah Kyoto dan Osaka memperingatkan kenaikan permukaan air sungai. Warga diminta tetap waspada karena banjir dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama di daerah dekat aliran sungai dan lereng rawan longsor.

Cuaca buruk ikut mengganggu pertahanan dan industri

Gangguan akibat badai tidak berhenti di sektor transportasi. Militer Jepang membatalkan penerbangan perdana pesawat angkut V-22 Osprey menuju Pulau Miyako yang semula dijadwalkan untuk latihan gabungan bersama Amerika Serikat.

Di sektor industri, Toyota menghentikan sementara salah satu pabriknya di Kyushu karena akses jalan ditutup akibat hujan lebat. Nissan juga menyatakan rencana penghentian sementara beberapa jalur produksi, menandakan cuaca ekstrem ini telah memberi tekanan ke lebih banyak sektor.

Dengan hujan lebat, angin kencang, dan risiko interaksi dua badai yang masih belum pasti, Jepang kini menghadapi periode yang rawan gangguan lanjutan. Pemantauan terhadap banjir, longsor, dan perubahan arah badai masih terus diperketat di wilayah yang terdampak.

Source: www.beritasatu.com
Terbaru