Jepang datang ke laga penentu Grup F dengan posisi yang lebih nyaman, sementara Swedia justru dipaksa merapikan pertahanan jika tak ingin kehilangan momentum. Menurut Opta supercomputer, Samurai Blue punya peluang menang 52,7 persen, jauh di atas Swedia yang hanya 22,2 persen dari 25.000 simulasi pra-pertandingan.
Duet di Dallas pada Jumat ini bukan sekadar perebutan poin, tetapi juga penentu arah menuju 32 besar Piala Dunia 2026. Pemenang laga akan mendapat dorongan besar, sedangkan hasil imbang masih menjaga peluang kedua tim dalam persaingan grup.
Jepang menjaga rekor tanpa kalah
Skuad Hajime Moriyasu belum tersentuh kekalahan di turnamen ini. Jepang menahan Belanda 2-2 lalu menang besar 4-0 atas Tunisia, hasil yang menempatkan mereka dalam posisi kuat jelang laga terakhir fase grup.
Daichi Kamada menjadi sosok penting dalam dua pertandingan itu. Ia mencetak gol penyeimbang pada menit ke-89 di Dallas, lalu membuka pesta gol ke gawang Tunisia hanya empat menit setelah kick-off di Monterrey.
Ayase Ueda juga ikut menonjol lewat dua gol ke gawang Tunisia. Junya Ito menambah satu gol lagi dalam kemenangan tersebut, yang membuat Jepang semakin percaya diri menghadapi laga krusial ini.
Swedia tajam di depan, rapuh di belakang
Swedia memulai turnamen dengan meyakinkan lewat kemenangan 5-1 atas Tunisia. Namun, mereka kemudian dihantam Belanda 5-1 dan harus segera memperbaiki respons defensif.
Dalam laga melawan Belanda, Swedia hanya menghadapi 10 tembakan. Tetapi tujuh di antaranya tepat sasaran dan lima berujung gol, detail yang menjadi perhatian besar bagi Graham Potter.
Alexander Isak masih menjadi sumber kreativitas utama Swedia sejauh ini. Penyerang itu sudah mencetak satu gol dan tiga assist, melampaui rekor kontribusi gol pemain Swedia sebelumnya di satu edisi Piala Dunia sejak 1966.
Rekor, peluang lolos, dan catatan pertemuan
Jepang sudah melibatkan delapan pemain berbeda dalam gol mereka di turnamen ini. Jumlah itu menyamai catatan tertinggi mereka dalam satu edisi Piala Dunia, yang juga terjadi pada 2022.
Ayase Ueda mencatat tiga keterlibatan gol, terdiri dari dua gol dan satu assist, yang menyamai rekor kontribusi terbanyak pemain Jepang dalam satu turnamen. Dua golnya juga menjadi rekor turnamen bagi negaranya.
Secara tim, Jepang membawa modal empat laga terakhir di Piala Dunia dengan catatan W2 D2. Jika tak kalah dari Swedia, mereka akan mencatat hanya kampanye grup Piala Dunia kedua tanpa kekalahan setelah capaian serupa pada 2002 saat menjadi tuan rumah bersama.
Pertemuan ini juga punya latar sejarah menarik karena menjadi duel pertama Jepang dan Swedia di Piala Dunia. Keduanya sudah lima kali bertemu sebelumnya, tetapi Jepang tidak menang dalam empat pertemuan terakhir sejak kemenangan legendaris 3-2 pada Olimpiade 1936 yang dikenal sebagai “Miracle of Berlin”.
Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada Mei 2002 dan berakhir 1-1. Jepang juga tidak kalah dalam empat laga melawan tim Eropa sejak awal Piala Dunia 2022, termasuk saat menahan Belanda di turnamen ini.
Swedia sendiri punya catatan kuat melawan wakil Asia di Piala Dunia. Mereka belum pernah kalah dari tim AFC di ajang ini dengan rekor W2 D1, dan kemenangan terakhir atas tim Asia terjadi saat mengalahkan Korea Selatan 1-0 pada 2018.
Opta supercomputer menilai Jepang dan Belanda sama-sama memiliki peluang 100 persen untuk lolos ke 32 besar. Swedia juga masih sangat dekat dengan tiket babak berikutnya, dengan probabilitas lolos 91,5 persen karena tiga besar Grup F diperkirakan akan melaju.
Dengan angka-angka itu, laga di Dallas bukan hanya soal gengsi, tetapi juga soal menjaga jalan terbaik menuju fase gugur. Jepang masuk dengan catatan lebih stabil, namun Swedia tetap membawa ancaman yang bisa mengubah peta Grup F dalam satu pertandingan.
