Jelang IPO RANS, Produk Makanannya Disorot Karena Sepi Pembeli dan Stok Sering Kosong

Rencana PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk melantai di Bursa Efek Indonesia membuat lini bisnis konsumennya ikut diperhatikan lebih dekat. Di tengah persiapan IPO, produk Rans Food justru menjadi bahan pembicaraan karena dinilai belum terlalu dikenal dan performa penjualannya belum menonjol.

Perhatian publik itu muncul di media sosial Threads, ketika portofolio bisnis RANS dibedah dan salah satu unit yang paling banyak dibahas adalah Rans Food. Unit usaha makanan dan minuman ini berada di bawah PT Rans Nikmat Sejahtera dan bergerak di produk makanan kemasan.

Produk yang paling mudah dilihat publik

Rans Food diperkenalkan ke publik pada pertengahan 2024 melalui akun Instagram resmi @ransfood.official. Produk yang paling menonjol di lini ini adalah camilan rumput laut bermerek Rumut, yang dipasarkan dalam empat varian.

ProdukVarian/RasaHargaKondisi di Marketplace
RumutPanggang, Goreng, Tabur, Roll; original, barbeque, ayam, sapiRp29.000 per box isi 12 sachetMasih ada pembeli, penjualan di kisaran ratusan pcs; varian yang tersedia tinggal goreng dan panggang
NaisssKeju, cokelatRp25.000 per box isi 10Stok kosong, penjualan masih di level puluhan

Di marketplace, merek Rumut memang sudah mencatat transaksi. Namun, tingkat penjualannya masih berada di kisaran ratusan pcs sehingga belum terlihat sebagai penjualan yang sangat besar.

Selain Rumut, ada juga produk Naisss, camilan manis berbentuk stik renyah berbahan dasar tepung atau pati. Produk ini ditawarkan dalam dua rasa, yakni keju dan cokelat, tetapi saat dipantau di Shopee statusnya habis terjual atau stok kosong.

Stok kosong ikut memicu tanda tanya

Kondisi stok yang kosong memunculkan respons beragam di media sosial. Ada warganet yang menilai keadaan itu tidak sejalan dengan angka penjualan yang masih terbatas, sementara yang lain mempertanyakan seberapa luas produk tersebut dikenal publik.

Pantauan di marketplace menunjukkan dua sisi yang berjalan bersamaan. Di satu sisi, Rans Food sudah masuk ke kanal penjualan digital dan membukukan transaksi, tetapi di sisi lain capaian itu belum menunjukkan lonjakan besar.

Situasi ini ikut memperkuat sorotan terhadap kesiapan bisnis konsumen di bawah grup RANS menjelang IPO. Publik cenderung melihat lebih dekat fondasi usaha yang dimiliki emiten, apalagi ketika produk yang dijual langsung ke konsumen mudah dipantau melalui marketplace.

PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk dijadwalkan resmi listing pada 10 Juli 2026. Masa penawaran umum berlangsung pada 2-8 Juli 2026 dengan harga saham Rp170 per lembar.

Dalam aksi korporasi tersebut, perusahaan melepas 2,525 miliar saham baru atau sekitar 20,02% dari total modal yang ditempatkan dan disetor. Target dana segar yang dibidik mencapai Rp429,25 miliar.

Dana hasil penawaran saham itu disebut akan digunakan untuk berbagai ekspansi bisnis. Di tengah minat investor yang dibangun menjelang pencatatan saham, performa produk konsumen seperti Rans Food ikut menjadi salah satu indikator yang cepat memancing penilaian publik.

Source: www.suara.com
Terkait