Harga Chip Memori Kian Panas, Samsung Dorong Kenaikan Baru yang Bisa Tekan Konsumen

Harga chip memori kembali bergerak naik, dan dampaknya mulai terasa lebih dekat ke konsumen. Samsung dilaporkan bersiap menaikkan tarif kontrak DRAM lagi, di saat pasokan masih ketat dan permintaan dari infrastruktur AI tetap kuat.

Jika kenaikan ini benar terjadi, pasar laptop, ponsel, hingga GPU bisa ikut tertekan. Biaya komponen yang lebih tinggi juga berisiko diteruskan ke harga jual ritel, seperti yang mulai terjadi di produk Apple.

Kenaikan DRAM belum menunjukkan tanda mereda

Sejumlah sumber rantai pasok yang dikutip media China dan Korea menyebut Samsung Electronics berencana menaikkan rata-rata harga jual DRAM sebesar 20% pada kuartal ini. Perusahaan juga disebut sudah memberi pemberitahuan lisan kepada sebagian pelanggan.

Langkah itu datang setelah Samsung sudah beberapa kali menaikkan harga lebih agresif. Pada kuartal pertama tahun ini, harga jual rata-rata DRAM Samsung melonjak lebih dari 90%, lalu naik lagi 50% pada kuartal kedua.

Tekanan pasar datang dari beberapa arah

Kenaikan harga ini tidak berdiri sendiri. Industri chip memori Korea Selatan secara keseluruhan juga dilaporkan mendorong kenaikan harga jual rata-rata DRAM umum sebesar 20% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Dorongan tersebut terjadi ketika produsen berupaya memaksimalkan laba di tengah pasokan yang masih terbatas. Investasi besar di infrastruktur AI ikut memicu kekurangan yang merambat ke pasar memori, sementara Samsung dan SK Hynix juga menghadapi gugatan class-action terkait dugaan price fixing dan prioritas pada HBM4 AI memory bermargin tinggi.

KomponenPerkiraan KenaikanCatatan
DRAM Samsung20% pada kuartal iniSudah ada pemberitahuan lisan ke sebagian pelanggan
DRAM Samsung sebelumnyaLebih dari 90% pada kuartal pertama, lalu 50% pada kuartal keduaMenunjukkan tren kenaikan yang agresif
DRAM umum di Korea Selatan20% dibanding kuartal sebelumnyaDidorong kondisi pasokan yang ketat
NAND10% hingga 15%Diperkirakan naik pada periode yang sama

Dampaknya mulai merambat ke perangkat konsumen

Beban biaya chip memori tidak lagi berhenti di level pabrik. Apple disebut mulai menaikkan harga MacBook dan iPhone karena tidak lagi mampu menyerap lonjakan biaya chip dan memilih meneruskannya ke konsumen.

Bagi pembeli laptop baru, ponsel, atau GPU, kondisi ini membuat harga ritel berpotensi terus naik. Kenaikan di sisi komponen juga bisa menekan permintaan, terutama pada perangkat yang sangat bergantung pada RAM.

Pasokan DRAM masih ketat, tapi laju kenaikan bisa melambat

TrendForce memperkirakan pasokan DRAM akan tetap terbatas pada kuartal ini. Namun, pertumbuhan harga kontrak diperkirakan melambat ke kisaran 13% hingga 18% karena permintaan mulai melemah.

Di sisi lain, TrendForce juga memperkirakan harga kontrak NAND akan naik 10% hingga 15% pada periode yang sama. Tekanan di pasar consumer pun makin besar karena komponen memori menjadi lebih mahal secara bersamaan.

Chip 8GB LPDDR5X ikut jadi perhatian

Salah satu komponen yang disorot adalah chip 8GB LPDDR5X tipe Samsung, yang saat ini sedang didiskon di Amazon. Komponen itu diperkirakan melonjak 20% pada kuartal ketiga, sehingga ikut mendorong harga perangkat konsumen lebih tinggi.

Analis menilai kondisi ini dapat membuat permintaan makin lesu. Pengiriman ponsel diproyeksikan turun tajam 11% pada 2026 jika tren biaya komponen dan harga jual terus menekan pasar.

Perangkat yang paling rentan ikut tertekan

Kategori yang paling terdampak adalah perangkat dengan kebutuhan memori besar. Gaming laptop, ultrabook premium, dan flagship phone dinilai akan semakin mahal sepanjang paruh kedua 2026.

Pendorong utamanya masih sama, yakni permintaan pusat data berbasis AI yang belum menunjukkan tanda melambat. Selama kebutuhan itu tetap tinggi, harga chip memori diperkirakan sulit kembali ke level sebelumnya.

Source: www.notebookcheck.net
Terkait