Jelang Berangkat Haji, Ashanty Bingung Pilih Baju Kiriman yang Menumpuk

Ashanty tengah bersiap menunaikan ibadah haji bersama Anang Hermansyah setelah sempat dua kali gagal berangkat. Di tengah rasa syukur itu, ia justru menghadapi persoalan yang tidak terduga: kebingungan memilih baju karena kiriman pakaian dari sahabat dan kolega datang dalam jumlah banyak.

Dalam keterangannya di kanal YouTube The Hermansyah A6, Ashanty mengatakan tidak perlu membeli baju khusus untuk berhaji. Ia mengaku sudah menerima begitu banyak pakaian kiriman sampai harus memilah mana yang layak dibawa dan mana yang tidak.

Kiriman busana datang dari banyak pihak

Ashanty menyebut sejumlah teman ikut membantu menyiapkan busana, termasuk Ivan Gunawan. Bantuan itu memang meringankan urusan persiapan, tetapi justru membuat pilihannya menumpuk.

Ia mengatakan bingung menentukan pakaian mana yang paling tepat untuk dibawa selama ibadah haji. Kondisi tersebut membuat salah satu kebutuhan penting menjelang keberangkatan belum benar-benar selesai, meski banyak orang sudah ikut membantu.

Persiapan baru separuh jalan

Selain urusan baju, Ashanty mengungkapkan persiapan keberangkatannya masih sekitar 50 persen. Ia menyebut jadwalnya belakangan ini sangat padat sehingga belum sempat fokus menuntaskan seluruh kebutuhan haji.

Sejumlah agenda menumpuk dalam waktu berdekatan, mulai dari ujian tertutup S3, pekerjaan ke Korea, ujian terbuka, hingga persiapan wisuda. Setelah seluruh rangkaian itu selesai, ia baru bisa memusatkan perhatian pada persiapan akhir sebelum berangkat.

Masih cemas soal kesehatan

Di balik semangat berangkat haji, Ashanty juga menyimpan kekhawatiran mengenai kondisi kesehatannya. Ia mengaku masih memikirkan autoimun dan sinusitis yang selama ini dideritanya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Ashanty sudah berkonsultasi dengan dokter sebelum keberangkatan. Ia juga sempat mempertimbangkan operasi, tetapi rencana itu ditunda karena jadwal haji sudah dekat.

Ia mendapat obat untuk dipakai sekitar 1,5 bulan ke depan selama menjalankan ibadah. Meski begitu, ia masih khawatir karena keluhan kesehatan itu kerap muncul, terutama saat sujud dan ketika naik pesawat.

Fokus menuntaskan persiapan terakhir

Ashanty berharap seluruh persiapan bisa rampung tanpa hambatan dan kondisi tubuhnya tetap stabil selama menjalankan ibadah bersama sang suami. Situasi ini membuat keberangkatan haji bukan hanya soal kesiapan spiritual, tetapi juga soal menata urusan praktis seperti busana dan kesehatan.

Di sisi lain, banyaknya kiriman pakaian dari teman-teman menunjukkan dukungan besar dari orang-orang terdekat menjelang momen penting tersebut. Namun bagi Ashanty, dukungan itu kini berubah menjadi pekerjaan kecil yang harus segera diselesaikan sebelum berangkat.

Source: www.beritasatu.com
Exit mobile version