Jejak Jari Manusia Ternyata Berawal dari Kloaka Ikan Purba, Penelitian Ini Mengubah Pandangan Evolusi

Asal-usul jari manusia ternyata tidak sesederhana yang selama ini dibayangkan. Penelitian terbaru yang terbit di jurnal Nature menunjukkan bahwa jejaknya bisa ditelusuri hingga mekanisme genetik ikan purba yang hidup sekitar 380 juta tahun lalu.

Temuan ini memberi sudut pandang baru tentang evolusi anggota tubuh. Alih-alih membangun sistem pengatur yang sepenuhnya baru, alam diduga memanfaatkan ulang perangkat genetik lama untuk menghasilkan struktur tubuh yang lebih kompleks.

Jejak genetik dari ikan ke jari

Tim peneliti dari Amerika Serikat dan Swiss menyoroti gen Hoxd, bagian penting dari sistem pengendali genetik pembentukan jari pada hewan berkaki empat. Untuk menelusuri asal-usulnya, mereka membandingkan genom ikan zebra dan tikus pada wilayah di sekitar gen Hoxd yang berisi saklar DNA pengatur ekspresi gen.

Hasil perbandingan itu menunjukkan hal yang tak terduga. Ikan zebra memang tidak memiliki jari dan sudah kehilangan beberapa gen Hoxd, tetapi masih menyimpan lanskap genetik di sekitar gen Hox yang tersisa.

Untuk melihat fungsi awalnya, peneliti memberi penanda fluoresen pada saklar DNA tersebut di embrio tikus dan ikan zebra. Pada embrio tikus, saklar itu aktif di bagian jari, sedangkan pada ikan zebra aktif di kloaka, yaitu lubang untuk pembuangan urine atau feses.

Kloaka jadi petunjuk penting

Pola aktivasi itu menjadi petunjuk bahwa mekanisme pembentukan jari modern mungkin berasal dari sistem genetik yang dulu mengatur pembentukan kloaka pada nenek moyang ikan. Denis Duboule dari University of Geneva menjelaskan bahwa temuan ini menunjukkan bagaimana evolusi bisa berinovasi dengan mendaur ulang sistem lama untuk menciptakan yang baru.

Duboule juga menekankan bahwa alam tidak perlu membangun pengatur baru bagi jari. Sistem yang sudah ada sebelumnya, dan awalnya aktif pada kloaka, justru dipakai kembali dalam proses evolusi.

Uji CRISPR-Cas9 memperkuat bukti

Langkah berikutnya adalah menghapus elemen pengatur itu dengan teknologi CRISPR-Cas9. Pada tikus, penghilangan wilayah tersebut membuat jari tangan dan kaki gagal terbentuk dengan sempurna.

Hasil pada ikan zebra juga sejalan. Saat wilayah itu dihapus, bagian yang terganggu adalah kloaka, bukan siripnya.

Dari situ, peneliti menyimpulkan bahwa fungsi asli lingkup genetik tersebut adalah membantu pembentukan kloaka pada ikan purba. Kloaka sendiri berperan dalam pembuangan dan reproduksi.

Makna bagi pemahaman evolusi

Penelitian ini mengubah cara melihat asal-usul jari manusia. Struktur yang kini tampak sangat khas pada hewan darat ternyata terkait dengan mekanisme lama yang jauh lebih tua pada ikan.

Bagi para ilmuwan, temuan itu menegaskan bahwa evolusi tidak selalu berjalan dari nol. Dalam kasus ini, perangkat genetik kuno dipakai ulang, lalu disesuaikan menjadi jari-jari yang kini menjadi ciri manusia dan banyak hewan berkaki empat lainnya.

Meski begitu, peneliti menilai masih diperlukan studi lanjutan untuk menelusuri hubungan ini lebih jauh dan memahami perubahan lain yang terjadi sepanjang evolusi kehidupan di Bumi. Temuan tersebut tetap memperkuat satu hal penting, yaitu tubuh makhluk hidup menyimpan jejak sejarah panjang yang sering tersembunyi di balik kerja gen yang sangat tua.

Source: www.idntimes.com

Terkait