Kabar hilangnya Todd Garland berakhir dengan temuan paling tragis. Pria asal Covington berusia 64 tahun itu ditemukan meninggal di Paris, Prancis, menurut kepolisian setempat.
Kasus ini menarik perhatian karena jejak Garland sempat berpindah dari pengawasan polisi di Kentucky ke penyelidikan di Prancis. Polisi Covington menerima laporan orang hilang, lalu sehari kemudian mendapat informasi dari Homeland Security Investigations bahwa Garland sudah ditemukan tewas di Paris pada 23 Juni.
Jejak yang terlacak sebelum kabar kematian
Detektif Departemen Kepolisian Covington sebelumnya sempat menghubungi Garland terkait sebuah penyelidikan kriminal pada 10 Juni. Namun pada 23 Juni, penyidik juga mengetahui bahwa Garland telah meninggalkan Amerika Serikat menuju Paris pada 11 Juni.
Roebling Books & Coffee, mantan tempat kerja Garland, ikut menyampaikan kekhawatiran melalui Facebook. Dalam unggahan itu, Garland disebut terakhir terlihat pada 9 Juni.
Pemeriksaan di apartemen dan kondisi hewan peliharaan
Petunjuk lain muncul saat polisi melakukan pemeriksaan kesejahteraan di apartemen Garland pada Jumat, 19 Juni. Menurut Julia Keister, juru bicara bisnis di Northern Kentucky itu, polisi menemukan ponsel, anjing, dan kucing milik Garland di lokasi tersebut.
Keister mengatakan hewan peliharaan itu masih hidup, tetapi dalam kondisi kekurangan gizi. Temuan itu menambah kekhawatiran keluarga, rekan kerja, dan pihak berwenang yang sedang menelusuri keberadaan Garland.
Penyelidikan kini berpindah ke otoritas Prancis
Kepolisian Prefektur Paris kini menangani penyelidikan atas kematian Garland. Di sisi lain, polisi Covington menyampaikan pembaruan berdasarkan informasi yang mereka terima dari lembaga federal.
Hingga saat ini, kematian Garland masih dikaitkan dengan penyelidikan yang berlangsung di Paris. Kasusnya menutup pencarian yang sempat membuat banyak pihak di Covington bertanya-tanya ke mana Garland pergi dan bagaimana akhir perjalanannya.
