Berlin Buka Luka Lama, Memorial Baru untuk Saksi-Saksi Yehuwa yang Diteror Nazi

Author: Cung Media

Sebuah memorial baru di Berlin kembali membuka bab kelam yang lama terpinggirkan dalam sejarah penganiayaan Nazi. Monumen itu kini memberi tempat bagi kisah Saksi-Saksi Yehuwa yang ditindas sistematis oleh rezim Adolf Hitler.

Peresmian memorial di Tiergarten ini datang 81 tahun setelah Perang Dunia II berakhir. Di momen itu, Ketua Bundestag Julia Klöckner menegaskan bahwa memorial tersebut didedikasikan bagi orang-orang yang mengalami ketidakadilan berat namun tetap menunjukkan kemanusiaan.

Penganiayaan yang lama tidak cukup diakui

Saksi-Saksi Yehuwa adalah gerakan keagamaan berbasis Kristen yang berasal dari Amerika Serikat pada abad ke-19 dan juga dikenal sebagai Earnest Bible Students. Di bawah kekuasaan Nazi dari 1933 hingga 1945, mereka menjadi sasaran penindasan di Jerman dan di berbagai wilayah Eropa lainnya.

Menurut lembaga federal yang mengelola memorial itu, mereka menolak memberi hormat kepada Hitler, tidak bergabung dengan organisasi negara, dan justru membantu orang lain yang juga dikejar-kejar. Klöckner mengatakan keyakinan mereka lama dianggap asing dan mencurigakan, sehingga penderitaan mereka tidak memperoleh pengakuan yang layak.

Korban yang dipetakan dalam angka

Lembaga tersebut menyebut hampir 14.000 Saksi-Saksi Yehuwa, laki-laki dan perempuan, dipenjara selama periode Nazi. Dari jumlah itu, 4.200 dikirim ke kamp konsentrasi dan diberi stigma segitiga ungu.

Setidaknya 1.750 anggota kelompok itu dibunuh selama kediktatoran Nazi. Pemerintah Jerman baru menyetujui pembangunan memorial untuk mereka melalui pemungutan suara parlemen pada 2023.

Lokasi memorial yang tidak dipilih sembarangan

Memorial perunggu itu berdiri lima meter di atas tanah dan dirancang oleh seniman Matthias Leeck. Bentuknya menyerupai pohon yang tetap tegak meski cabang-cabangnya telah dipangkas.

Lokasinya berada dekat kolam ikan mas di Tiergarten, tempat sekelompok Saksi-Saksi Yehuwa ditangkap Gestapo pada 22 Agustus 1936. Saat itu, mereka biasa bertemu di sebuah tempat sewa kursi di dekat kolam untuk bertukar informasi secara diam-diam.

Wolfram Weimer, komisioner kebudayaan Jerman, mengatakan razia Gestapo terjadi tepat di lokasi itu dan 17 orang yang berani kemudian kehilangan nyawa mereka. Sekitar 1.000 tamu menghadiri upacara peresmian tersebut.

Menambah lanskap peringatan di pusat Berlin

Lembaga federal yang mengoperasikan memorial itu juga mengelola Holocaust Memorial utama Berlin. Situs besar itu berada di pusat kota, tidak jauh dari memorial baru untuk Saksi-Saksi Yehuwa.

Kehadiran monumen ini menambah daftar penanda sejarah Berlin tentang korban penganiayaan Nazi. Di Tiergarten, ruang publik kini memuat pengingat bahwa represi rezim itu tidak hanya menyasar kelompok-kelompok besar yang paling dikenal, tetapi juga komunitas religius yang lama berada di pinggir perhatian sejarah.

Terbaru