Jawa Tengah Masukkan Koperasi Ke Sekolah, 6,3 Juta Pelajar Disiapkan Jadi Generasi Gotong Royong

Jawa Tengah mulai menanamkan pendidikan koperasi lebih dekat ke ruang belajar generasi muda melalui Program Insersi Pendidikan Perkoperasian. Langkah ini menjadi sinyal bahwa koperasi tidak lagi diposisikan sebagai urusan organisasi ekonomi semata, tetapi sebagai bagian dari pembentukan cara pandang pelajar terhadap ekonomi gotong royong.

Program tersebut mendapat perhatian langsung dari Menteri Koperasi Ferry Juliantono. Ia menilai Jawa Tengah memegang posisi penting dalam sejarah koperasi nasional karena menjadi tempat lahirnya koperasi pertama di Indonesia.

Menjangkau jutaan pelajar

Program ini menyasar lebih dari 6,3 juta peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan. Materi perkoperasian akan disisipkan ke mata pelajaran yang sudah ada, sehingga sekolah tidak perlu menambah beban kurikulum baru.

Pola ini dirancang agar siswa tetap mendapat pemahaman tentang koperasi tanpa harus mempelajari mata pelajaran yang terpisah. Pemerintah ingin nilai ekonomi kerakyatan dan gotong royong lebih mudah dipahami sejak dini oleh pelajar.

Koperasi masuk ke arus pendidikan nasional

Ferry menegaskan bahwa penguatan pendidikan koperasi merupakan bagian dari upaya mengembalikan semangat Ekonomi Pancasila. Ia juga menempatkan koperasi sebagai salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi nasional.

Dalam kesempatan yang sama, ia menyoroti perlunya pembaruan regulasi melalui RUU Perkoperasian. Menurut dia, ekosistem koperasi perlu dibuat lebih adaptif dan kompetitif agar tetap relevan mengikuti perubahan zaman.

Investasi jangka panjang untuk karakter generasi muda

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut program ini sebagai investasi jangka panjang. Ia menilai pendidikan koperasi dapat membantu mencetak generasi yang mandiri, berkarakter, dan memiliki jiwa kewirausahaan.

Luthfi juga melihat pendidikan koperasi sebagai fondasi untuk membangun kesejahteraan bersama melalui semangat gotong royong. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap inisiatif ini bisa berkembang menjadi model nasional dalam pengembangan pendidikan perkoperasian.

Dukungan pusat, daerah, dan gerakan koperasi

Program ini bergerak dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan gerakan koperasi. Arah akhirnya adalah melahirkan generasi muda yang memahami ekonomi kerakyatan dan siap berkontribusi dalam penguatan koperasi di masa depan.

Dengan target jutaan pelajar dan integrasi materi ke mata pelajaran yang sudah ada, Jawa Tengah membuka jalur baru bagi pendidikan ekonomi berbasis kebersamaan. Pendekatan ini memberi ruang bagi koperasi untuk hadir lebih awal dalam proses belajar, sekaligus menyiapkan fondasi ekonomi gotong royong yang lebih kuat di masa depan.

Source: www.beritakoperasi.com

Terkait