Javier Bardem kembali menjadi sorotan di Festival Film Cannes setelah menegaskan dukungannya terhadap Palestina di hadapan publik industri film. Sikapnya kali ini bukan sekadar pernyataan politik, tetapi juga sinyal bahwa suasana di Hollywood dan perfilman internasional mulai bergeser.
Aktor pemenang Oscar itu menilai praktik pembatasan terhadap figur yang bersuara pro-Palestina semakin sulit dipertahankan. Ia melihat semakin banyak orang sadar bahwa upaya blacklist terhadap suara-suara seperti itu tidak lagi bisa diterima begitu saja.
Bardem hadir di Cannes untuk mempromosikan film terbarunya, The Beloved. Dalam sebuah panel diskusi pada Minggu, 17/5, waktu setempat, ia ditanya soal kekhawatiran atas konsekuensi dari kritiknya terhadap perang di Gaza.
Tetap bicara meski ada risiko
Bardem mengakui rasa takut itu ada, tetapi ia menegaskan tidak akan berhenti bersuara. Menurutnya, dukungan kepada Palestina tetap harus disampaikan meski ada risiko yang mengikuti langkah tersebut.
“Rasa takut itu memang ada, memang benar, tapi kita harus tetap melakukannya meskipun ada sedikit rasa cemas atau takut… Hal ini tentu saja memiliki konsekuensi, dan aku siap untuk menanggungnya,” ujarnya, seperti dikutip dari Variety.
Sikap itu juga sejalan dengan pernyataannya dalam berbagai kesempatan sebelumnya. Bardem pernah memanfaatkan panggung Oscar untuk menyerukan “no to war and free Palestine” atau “tidak untuk perang dan bebaskan Palestina.”
Tanda iklim Hollywood mulai berubah
Setelah bertahun-tahun menyerukan gencatan senjata di Gaza, Bardem mengatakan dirinya kini kembali menerima banyak tawaran kerja dari Amerika Serikat, Eropa, Amerika Selatan, hingga Spanyol. Ia membaca hal itu sebagai pertanda bahwa iklim di dunia film sedang berubah.
“Hal itu membuat saya berpikir bahwa dalam dunia perfilman, keadaan sedang berubah,” kata Bardem.
Ia mengaitkan perubahan itu dengan generasi muda yang lebih cepat menyerap isu-isu global melalui media sosial. Menurutnya, kesadaran publik yang lebih luas ikut mendorong berkurangnya ruang bagi pembungkaman terhadap suara pro-Palestina.
Bersama jaringan aktor pro-Palestina
Bardem termasuk salah satu figur Hollywood yang paling tegas menolak okupasi Israel di Palestina. Ia tergabung dalam kelompok Film Workers for Palestine bersama Olivia Colman, Mark Ruffalo, Tilda Swinton, dan Ayo Edebiri.
Kelompok itu berisi para pekerja film yang berkomitmen tidak bekerja sama dengan lembaga-lembaga Israel di tengah konflik di Gaza. Bagi Bardem, langkah kolektif semacam itu menunjukkan bahwa dukungan terhadap Palestina kini mendapat ruang yang lebih luas di industri hiburan internasional.
Bardem juga menyebut genosida di Gaza sebagai fakta yang, menurut pandangannya, tidak bisa dibantah. Ia menilai pihak yang memilih diam atau justru mendukung situasi tersebut ikut membenarkan genosida.
Pernyataan Bardem di Cannes menambah daftar panjang suara dari kalangan hiburan yang makin terbuka membicarakan perang di Gaza. Di saat sebagian pelaku industri masih berhitung soal risiko, ia justru melihat perubahan perlahan mulai terjadi dan menganggap keberanian bersuara sebagai sikap yang tetap perlu dipertahankan.
Source: www.medcom.id






