Jason Momoa kembali mendorong batas restorasi kendaraan klasik, kali ini lewat dua Harley-Davidson tua yang tidak dipaksa kehilangan mesin aslinya. Proyek ini menarik perhatian karena motor legendaris itu justru diubah menjadi plug-in hybrid, bukan langsung disulap menjadi listrik penuh.
Langkah tersebut menegaskan pendekatan yang berbeda dari banyak konversi EV lain. Alih-alih menyingkirkan karakter orisinal, Electrogenic mempertahankan mesin bensin dan menambahkan penggerak listrik untuk memberi opsi tenaga yang lebih fleksibel.
Harley Klasik Yang Tetap Bisa Mengandalkan Mesin Bensin
Dua unit yang mendapat perlakuan ini adalah Harley-Davidson Model JD tahun 1924 dan 1927. Keduanya kini bisa bergerak dengan tenaga listrik 15 hp, tenaga bensin asli 20 hp, atau kombinasi keduanya saat diperlukan.
Motor listriknya menghasilkan torsi 190 lb-ft atau 260 Nm, dan bantuan itu bahkan cukup untuk menghilangkan kebutuhan kick starter tradisional. Baterai 2,7 kWh disembunyikan di dalam pannier bergaya era tersebut agar tampilannya tetap selaras dengan motor klasiknya.
Hasilnya adalah perpaduan yang jarang ditemui di dunia modifikasi. Mesin tua tetap hidup, tetapi ada dukungan listrik yang membuat pengendaraan terasa lebih modern dan praktis.
Satu Harley Lain Berubah Total
Tidak semua motor dalam proyek ini mendapat perlakuan hybrid. Satu Harley-Davidson Model FD tahun 1921 akhirnya diubah menjadi motor listrik penuh karena mesin aslinya dinyatakan tak bisa diperbaiki.
Ketiga Harley itu disebut memiliki jangkauan listrik lebih dari 50 mil atau 80 km. Semuanya juga dibekali pengereman modern untuk mendukung penggunaan harian yang lebih aman.
Lebih Luas Dari Sekadar Motor Klasik
Proyek Harley ini hanyalah satu bagian dari rangkaian kerja Electrogenic untuk Momoa. Perusahaan Inggris itu juga menggarap dua Land Rover klasik dan sebuah trailer petualangan dengan baterai besar untuk perjalanan jauh di alam bebas.
Di sisi Land Rover, Electrogenic mengonversi Series I tahun 1949 dan Series IIA 109 Dormobile camper tahun 1961 menjadi listrik penuh. Sistem penggerak empat roda dan transfer case asli tetap dipertahankan agar kemampuan off-road-nya masih terjaga.
Series I memakai baterai 48 kWh dan motor 201 hp, sedangkan Dormobile menggunakan baterai 62 kWh dan motor 161 hp. Camper itu disebut mampu menempuh sekitar 150 mil atau 240 km dalam kondisi nyata serta mendukung CCS fast charging.
Dormobile juga mendapat ubahan di area berkemah, termasuk penggantian kompor gas asli dengan induction hob. Dengan begitu, kendaraan klasik itu berubah menjadi camper listrik yang lebih siap dipakai di era modern.
Trailer Yang Bisa Menjadi Stasiun Daya Bergerak
Electrogenic juga memasang baterai 93 kWh pada trailer Schutt Industries XVENTURE XV-2 milik Momoa. Paket daya besar itu diklaim mampu menyalakan peralatan berkemah hingga sebulan sekaligus berfungsi sebagai stasiun pengisian bergerak.
Seluruh proyek ini tampil dalam musim kedua serial dokumenter HBO Max milik Momoa, On The Roam. Dari situ terlihat bahwa fokusnya bukan hanya nostalgia, tetapi juga upaya membuat kendaraan bersejarah tetap relevan untuk petualangan modern.
Source: www.carscoops.com






