Jangan Keburu Buang Telur, 5 Cara Ini Bisa Buktikan Masih Aman Dimakan

Banyak orang menyimpan telur di kulkas lalu lupa kapan terakhir membelinya. Padahal, ada beberapa cara sederhana untuk mengecek apakah telur masih layak dimakan tanpa buru-buru membuangnya.

Tanggal pada karton memang bisa menjadi petunjuk awal, tetapi itu bukan batas yang mutlak. Jika disimpan di kulkas dengan benar, telur masih bisa bertahan hingga tiga minggu setelah tanggal yang tercetak di karton.

1. Mulai dari tanggal kemasan dan kode pengemasan

Langkah paling cepat adalah melihat tanggal pada kemasan dan nomor tiga digit yang menunjukkan hari pengemasan telur. Kode itu dihitung berdasarkan urutan hari dalam setahun, sehingga bisa membantu menilai apakah telur masih tergolong baru.

Penyimpanan dingin juga sangat berpengaruh pada mutu telur. Suhu kulkas membantu memperlambat pertumbuhan bakteri jahat dan menjaga kualitas telur lebih lama dibandingkan jika dibiarkan di suhu ruang.

2. Lakukan uji apung di air dingin

Cara populer lain adalah uji apung dengan air dingin. Telur cukup dimasukkan perlahan ke mangkuk atau gelas berisi air dingin, lalu perhatikan posisinya di dasar wadah.

Jika telur tenggelam dan rata di dasar, artinya telur masih sangat segar. Jika tenggelam tetapi berdiri tegak, telur masih aman dimakan, meski sebaiknya segera digunakan.

Telur yang mengapung ke permukaan biasanya sudah tua dan kemungkinan besar tidak layak dikonsumsi. Seiring bertambahnya usia, udara makin banyak masuk lewat pori-pori cangkang sehingga telur menjadi lebih ringan.

3. Cium baunya sebelum dipakai

Uji bau termasuk salah satu cara paling sederhana dan paling bisa diandalkan untuk menilai kesegaran telur. Telur segar seharusnya tidak mengeluarkan bau apa pun, sedangkan telur rusak biasanya beraroma busuk yang menyengat.

Pemeriksaan bisa dimulai dari cangkang terlebih dahulu, lalu jika masih ragu telur dapat dipecahkan ke mangkuk bersih. Aroma asam atau apek menjadi tanda kuat bahwa telur harus dibuang.

Namun, bau tidak selalu menjadi satu-satunya penentu. Bakteri Salmonella bisa saja tidak menimbulkan bau sama sekali, sehingga pemeriksaan lain tetap penting.

4. Periksa kondisi cangkang

Kondisi luar telur juga perlu dilihat sebelum telur dipecahkan. Cangkang yang baik seharusnya kering, mulus, dan tidak retak.

Jika cangkang tampak berlendir atau muncul serbuk putih seperti bedak, itu bisa menjadi tanda telur ditumbuhi bakteri atau jamur. Retakan pada cangkang juga membuka jalan masuk paling mudah bagi bakteri.

Kalau telur retak karena terbentur saat dibawa pulang tetapi masih terlihat segar, segera pecahkan ke wadah tertutup. Setelah itu, simpan di kulkas dan konsumsi dalam waktu maksimal dua hari.

5. Amati bagian dalam telur

Jika masih belum yakin, pecahkan telur ke dalam mangkuk putih bersih dan lihat warna putih serta kuning telurnya. Perubahan warna seperti merah muda, kehijauan, atau tampak berkilau bisa menjadi tanda pertumbuhan bakteri.

Telur yang masih segar biasanya memiliki kuning telur yang cerah dan putih telur yang sedikit menggumpal. Sebaliknya, telur yang sudah tua cenderung punya kuning yang lebih datar dan putih yang lebih encer serta menyebar lebar.

Kondisi itu belum tentu berarti busuk, tetapi kualitas telur sudah menurun. Pemeriksaan visual sebaiknya tetap diikuti dengan penciuman agar hasil penilaian lebih kuat.

Gabungan uji bau, uji apung, kondisi cangkang, dan tampilan bagian dalam memberi gambaran paling jelas soal kelayakan telur. Dengan cara itu, telur yang masih aman bisa tetap dimanfaatkan tanpa harus keburu dibuang.

Source: www.beautynesia.id
Terkait