Polda Jawa Timur mengungkap pola baru yang paling menonjol dalam peredaran narkoba di wilayahnya. Pada semester pertama 2026, jalur darat tercatat lebih dominan dibanding jalur laut, sementara para pelaku juga cenderung memilih lokasi yang sepi dan jauh dari pantauan.
Pengungkapan itu menunjukkan skala penindakan yang masih tinggi. Dalam periode Januari-Juni, polisi menangani 3.157 kasus dan menangkap 4.061 tersangka di Jawa Timur.
Kasus Naik, Jaringan Tetap Luas
Kombes Pol Muhammad Kurniawan dari Ditresnarkoba Polda Jatim menyebut Jawa Timur masih menjadi tujuan besar peredaran narkotika. Ia menilai tingginya jumlah pengungkapan tidak bisa dilepaskan dari besarnya populasi provinsi ini yang mencapai 42,11 juta jiwa.
Dibanding periode yang sama tahun lalu, jumlah kasus naik 4,54 persen dan jumlah tersangka naik 4,91 persen. Jaringan yang terungkap juga tidak berhenti di satu wilayah, karena mencakup antarprovinsi hingga internasional.
Barang bukti yang diamankan dalam enam bulan pertama tahun ini juga tergolong besar. Polisi menyita 85,66 kilogram sabu, 82,44 kilogram ganja, 53 batang tanaman ganja, 60,999 butir pil dan 234,99 bubuk ekstasi, 10 kilogram amfetamin, serta 3,56 juta butir obat keras.
Selain itu, terdapat 22,2 kilogram kokain yang telah dimusnahkan. Barang tersebut sebelumnya ditemukan di pesisir perairan Pantai Gili Genting, Sumenep, lalu dimusnahkan oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto pada 4 Mei 2026.
Jalur Darat Lebih Sering Dipakai
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan pengungkapan kasus pada semester pertama ini lebih banyak lewat jalur darat daripada laut. Meski begitu, sejumlah kasus tetap melibatkan jalur laut, termasuk temuan kokain di pesisir Sumenep.
Menurut Jules, pola peredaran di Jawa Timur masih didominasi jaringan antarprovinsi dan jaringan lokal. Keterkaitan dengan jaringan internasional masih terus didalami, namun belum menunjukkan indikasi skala besar yang menjadikan Jawa Timur sebagai pasar utama internasional.
Di tengah pola itu, kepolisian juga melihat para pelaku memakai modus yang beragam untuk menghindari penindakan. Salah satu strategi yang disorot adalah memilih daerah yang sepi dan jauh dari pantauan agar aktivitas peredaran lebih sulit terdeteksi.
Polda Jatim menegaskan komitmen untuk terus memberantas peredaran narkoba di wilayahnya. Pendalaman terhadap jaringan lokal, antarprovinsi, dan keterkaitan internasional masih berlangsung seiring pengungkapan yang terus berjalan.
