Jakarta Fair Kemayoran 2026 menutup penyelenggaraan dengan capaian yang sulit diabaikan. Selama 32 hari, pameran ini mencatat transaksi Rp8,2 triliun dan dikunjungi 6,1 juta orang.
Angka itu menegaskan bahwa Jakarta Fair masih punya daya tarik besar di tengah aktivitas ekonomi ibu kota yang terus bergerak. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyebut jumlah pengunjung tahun ini sudah melampaui 6 juta orang dan nilai transaksi telah menembus Rp8 triliun.
Skala Besar di JIEXPO Kemayoran
Pameran tahunan dalam rangka HUT ke-499 Kota Jakarta itu berlangsung pada 11 Juni hingga 12 Juli 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Selama periode tersebut, Jakarta Fair diikuti sekitar 2.800 peserta dengan kurang lebih 1.800 stan yang tersebar di area pameran.
| Data Utama | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|
| Pengunjung | 6,1 juta | Selama 32 hari |
| Transaksi | Rp8,2 triliun | Penjual dan pembeli |
| Peserta | Sekitar 2.800 | Pelaku usaha dan peserta pameran |
| Stan | Sekitar 1.800 | Tersedia selama pameran |
Rano Karno mengatakan tingginya kunjungan menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap ajang tahunan ini. Ia juga menyebut, “Tahun ini, Jakarta Fair dikunjungi lebih dari 6 juta pengunjung. Transaksi menembus lebih dari Rp8 triliun,” kata Rano Karno.
Didorong Ekonomi Jakarta yang Masih Tumbuh
Menurut Rano, capaian tersebut ikut mencerminkan kondisi ekonomi Jakarta yang masih tumbuh. Ia menyebut ekonomi Jakarta pada triwulan I 2026 tumbuh 5,59 persen dan memberi kontribusi 16,67 persen terhadap perekonomian nasional.
Rano berharap Jakarta Fair tetap menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, industri kreatif, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Ia menegaskan momentum ini penting untuk menyambut 500 tahun kota Jakarta sekaligus mendukung pertumbuhan Jakarta sebagai kota global.
Ketua Umum Panitia Jakarta Fair 2026 Hartati Murdaya juga mengonfirmasi capaian transaksi dan jumlah pengunjung yang tercatat sepanjang acara. “Total pengunjung Jakarta Fair 6,1 juta, dan transaksi penjual dan pembeli mencapai Rp8,2 triliun,” ucap Hartati.
Selain mencatat transaksi besar, penyelenggaraan Jakarta Fair juga memberi dampak pada penyerapan tenaga kerja. Hartati mengatakan ajang ini berhasil menyerap puluhan ribu tenaga kerja sejak masa persiapan hingga seluruh rangkaian pameran selesai.
Agenda Tahunan Sejak 1968
Jakarta Fair pertama kali digelar pada 1968 dan sejak itu menjadi agenda tahunan yang mempertemukan pelaku usaha dengan masyarakat. Pameran ini sempat absen pada 2020 akibat pandemi COVID-19, lalu kembali digelar dan tetap menjadi bagian penting dari perayaan HUT Jakarta.
Penyelenggaraan tahun ini bukan hanya menjadi ajang promosi berbagai produk, tetapi juga menghadirkan hiburan bagi pengunjung. Dengan capaian transaksi Rp8,2 triliun dan 6,1 juta pengunjung, Jakarta Fair 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pameran terbesar di ibu kota.
Source: www.viva.co.id






