Jaecoo Indonesia mencatat pencapaian besar dengan mengirimkan 20.000 unit J5 EV ke konsumen di seluruh Indonesia. Angka ini bukan hanya soal volume, tetapi juga sinyal bahwa persaingan mobil listrik nasional mulai bergeser ke arah yang lebih serius.
Momentum itu diumumkan dalam acara Jaecoo Weekend Drive 2026 – Play Loud, Shine Proud. Ajang tersebut menjadi ruang temu antara konsumen, komunitas, media, dan pencinta otomotif di tengah pertumbuhan pasar kendaraan energi baru di Indonesia.
J5 EV jadi motor utama penjualan
Di balik capaian pengiriman tersebut, J5 EV juga menunjukkan performa penjualan yang kuat sepanjang 2026. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, model ini membukukan wholesales 13.949 unit dan retail 13.509 unit.
Dengan catatan itu, J5 EV disebut sebagai mobil listrik dengan penjualan tertinggi di Indonesia pada periode Januari-Mei 2026. Posisi ini memperlihatkan bahwa model tersebut tidak sekadar ramai dibicarakan, tetapi juga benar-benar terserap pasar.
| Periode | Wholesales | Retail |
|---|---|---|
| Januari-Mei 2026 | 13.949 unit | 13.509 unit |
Kinerja J5 EV juga ikut mengangkat posisi Jaecoo secara keseluruhan. Berdasarkan data GAIKINDO, merek ini menempati peringkat kelima merek otomotif dengan penjualan tertinggi di Indonesia pada Mei 2026, dengan total 3.000 unit.
Bagi Jaecoo, pencapaian distribusi dan penjualan itu menjadi bukti penerimaan masyarakat terhadap lini New Energy Vehicle atau NEV yang mereka tawarkan. Perusahaan kini terlihat tidak hanya mengejar volume, tetapi juga membangun fondasi produk dan layanan yang lebih lengkap.
Fokus ke ekosistem kendaraan energi baru
Jaecoo saat ini memiliki beberapa lini kendaraan energi baru di Indonesia. J5 EV hadir sebagai SUV listrik murni, sedangkan J7 SHS-P dan J8 SHS-P ARDIS mengusung teknologi Super Hybrid System atau SHS.
Susunan produk itu menunjukkan strategi Jaecoo yang tidak bergantung pada satu teknologi elektrifikasi saja. Perusahaan menyiapkan pilihan mobil listrik murni sekaligus hybrid agar bisa menjangkau kebutuhan konsumen yang berbeda.
Di sisi pengalaman pengguna, Jaecoo juga memperkenalkan fitur Internet of Vehicle atau IoV melalui aplikasi CarLink-O. Setelah aktivasi dilakukan di dealer, pengguna dapat memantau kondisi kendaraan secara real time.
Aplikasi itu juga memungkinkan pengoperasian sejumlah fungsi kendaraan dari jarak jauh serta pengaturan jadwal pengisian daya. Untuk konsumen mobil listrik, kemudahan seperti ini menjadi nilai tambah yang relevan dalam pemakaian harian.
Dalam acara yang sama, Jaecoo turut menghadirkan AiMOGA untuk berinteraksi dengan pelanggan, media, dan tamu yang hadir. Kehadiran teknologi itu menegaskan bahwa perusahaan juga ingin membangun pengalaman merek yang lebih dekat dan modern.
Jaringan diler ikut dikejar
Pertumbuhan penjualan membuat kebutuhan layanan purna jual ikut naik. Karena itu, Jaecoo menegaskan komitmennya memperkuat layanan di Indonesia lewat pengembangan jaringan diler, bengkel resmi, ketersediaan suku cadang, dan dukungan teknis.
Saat ini, Jaecoo telah memiliki 36 diler yang beroperasi di Indonesia. Jumlah itu ditargetkan bertambah hingga mencapai 80 diler sampai akhir 2026.
Ekspansi jaringan menjadi bagian penting dari strategi mereka di pasar domestik. Dengan jangkauan yang lebih luas, konsumen diharapkan mendapat rasa aman dan nyaman setelah membeli kendaraan.
Ketika 20.000 unit sudah terkirim ke konsumen, kesiapan layanan purna jual akan semakin menentukan. Di titik ini, Jaecoo tampak ingin memastikan bahwa pertumbuhan penjualan berjalan seiring dengan dukungan layanan yang lebih kuat di berbagai daerah.
