itel kembali mendorong batas di kelas entry-level lewat dua ponsel baru yang sama-sama membawa baterai 5.000 mAh. itel City 200 dan itel A200 tidak hanya mengandalkan daya tahan, tetapi juga menambahkan fitur yang biasanya lebih sering muncul di perangkat yang lebih mahal.
Di tengah pasar HP murah yang makin padat, keduanya mencoba menarik perhatian dengan pendekatan berbeda. City 200 tampil lebih agresif lewat layar 120Hz dan kamera 50MP, sementara A200 menonjol lewat fokus pada ketangguhan, baterai, dan fitur AI untuk pemakaian harian.
itel City 200, lebih kencang di layar dan kamera
itel City 200 membawa layar 6,78 inci dengan refresh rate 120Hz. Kombinasi ini membuat aktivitas harian seperti scrolling media sosial dan streaming terasa lebih mulus.
Untuk performa, ponsel ini mengandalkan chipset Unisoc T7250. Mesin ini ditujukan untuk kebutuhan dasar seperti komunikasi, hiburan ringan, dan game kasual.
Sektor kamera menjadi salah satu pembeda paling jelas. City 200 membawa kamera utama 50MP, jauh di atas generasi sebelumnya yang hanya 13MP.
Di bagian depan, ada kamera 8MP yang dilengkapi AI Auto Zoom Selfies. Fitur ini membantu swafoto terlihat lebih optimal tanpa banyak pengaturan manual.
| Model | Layar | Kamera Utama | Fitur Menonjol |
|---|---|---|---|
| itel City 200 | 6,78 inci, 120Hz | 50MP | AI Auto Zoom Selfies, NFC, IR Blaster, UltraLink Free Call |
| itel A200 | Tidak disebutkan | 13MP | AI Fusion Camera System, UltraLink, Wet and Oily Touch Control |
Desain ramping, tapi dibuat tahan banting
City 200 hadir dengan desain unibody Metallic Deco dan ketebalan 7,45 mm. Meski tampil tipis, perangkat ini juga mengantongi sertifikasi IP65.
Sertifikasi tersebut membuat ponsel ini dirancang untuk menghadapi cipratan air dan semprotan air bertekanan rendah. Ada juga sertifikasi MIL-STD-810H yang membuatnya diklaim tetap berfungsi setelah berkali-kali mengalami benturan.
itel menambahkan NFC untuk pengecekan saldo e-money dan transaksi digital. Ada pula IR Blaster yang memungkinkan ponsel dipakai sebagai remote untuk berbagai perangkat elektronik.
Fitur lain yang mencuri perhatian adalah UltraLink Free Call. Lewat fitur ini, City 200 diklaim bisa melakukan panggilan suara tanpa sinyal seluler hingga dua kilometer.
itel A200, sederhana tetapi fokus pada daya tahan
Berbeda dari City 200, itel A200 mengambil pendekatan yang lebih sederhana. Ponsel ini juga memakai chipset Unisoc T7250 untuk kebutuhan penggunaan harian.
Daya tahan menjadi fokus utamanya berkat baterai 5.000 mAh yang dipadukan dengan pengisian daya 15W. Kombinasi ini ditujukan agar pengguna bisa memakai perangkat lebih lama tanpa sering mencari colokan.
A200 juga membawa fitur UltraLink untuk mendukung komunikasi tanpa jaringan seluler. Seperti City 200, perangkat ini mengusung sertifikasi IP65 agar lebih terlindungi dari debu dan semprotan air.
Ketangguhannya diperkuat sertifikasi MIL-STD-810H dengan klaim tahan jatuh hingga 1,8 meter. Layarnya juga mendukung Wet and Oily Touch Control, sehingga tetap responsif saat tangan basah atau berminyak.
Kamera AI jadi pembeda di sisi fotografi
Pada sektor kamera, itel A200 membawa kamera utama 13MP yang mampu merekam video hingga 2K pada 30fps. Di atasnya, ada AI Fusion Camera System untuk membantu menghasilkan foto yang lebih optimal di berbagai kondisi pencahayaan.
Jika dibandingkan langsung, City 200 lebih unggul pada resolusi kamera belakang dan kamera depan, sementara A200 menawarkan pendekatan yang lebih sederhana dengan penekanan pada AI dan ketahanan bodi. Keduanya tetap membawa baterai 5.000 mAh dan fitur berbasis AI, tetapi dengan fokus penggunaan yang berbeda.
Bagi pengguna yang mencari layar lebih mulus dan kamera belakang lebih besar, City 200 terasa lebih menonjol. Sementara itu, A200 lebih cocok untuk yang memprioritaskan baterai, perlindungan bodi, dan fitur praktis untuk penggunaan harian.







