Issa Diop yang Lama Hilang, Bek Prancis Ini Kini Tertutup Persaingan Ketat

Author: Cung Media

Issa Diop pernah dipandang sebagai salah satu bek muda paling menjanjikan dari Prancis, tetapi karier internasionalnya justru berjalan ke arah yang jauh berbeda. Setelah lama berada di persimpangan, namanya kini muncul lagi dalam cerita yang kontras: dari prospek Equipe Tricolore menjadi sosok yang disebut-sebut sebagai tembok tak terduga Maroko.

Perjalanan Diop menunjukkan betapa cepatnya peta persaingan bisa berubah untuk seorang bek tengah. Ia sempat menempuh seluruh jenjang tim nasional junior Prancis, lalu naik daun bersama FC Toulouse sebelum pindah ke West Ham pada 2018 dengan nilai transfer 25 juta euro.

Harapan besar yang tak berujung panggung senior

Di level klub, dua tahun awal Diop di Premier League terbilang berjalan cukup baik. Namun setelah itu, tempat utamanya mulai hilang dan ia kemudian pindah ke Fulham pada 2022 dengan biaya transfer hampir 18 juta euro.

Di klub barunya, status starter juga belum benar-benar kembali. Perkembangan yang sempat menjanjikan itu ikut membuat langkah Diop di timnas senior Prancis makin sulit menembus pintu utama.

Tahap Karier Detail Utama Dampak
Tim junior Prancis Naik melalui semua jenjang junior Dipandang sebagai prospek besar
West Ham Pindah pada 2018 seharga 25 juta euro Menjalani dua tahun awal yang bagus
Fulham Pindah pada 2022 dengan biaya hampir 18 juta euro Belum kembali sepenuhnya jadi starter

Upamecano dan Saliba menutup jalan

Persaingan di posisi bek tengah timnas Prancis juga tidak memudahkan situasi Diop. Dua nama besar, Dayot Upamecano dan William Saliba, ikut mendorongnya semakin jauh dari skuad utama.

Meski pernah menuai banyak pujian, Diop tidak pernah mencatatkan penampilan dalam pertandingan internasional senior untuk Prancis. Kondisi itu membuat reputasi awalnya sebagai bintang masa depan terasa sangat kontras dengan kenyataan yang ia hadapi sekarang.

Dari talenta Prancis ke sosok yang disebut di Maroko

Kisah Diop menjadi contoh bagaimana jalur karier pemain belakang bisa berubah drastis ketika persaingan di klub dan tim nasional sama-sama padat. Dari sistem pembinaan Prancis, ia harus menerima kenyataan bahwa nama-nama lain lebih dulu menguasai panggung terbesar.

Goal menyoroti bahwa Diop, yang sempat dipandang sebagai calon bintang besar, belum pernah mendapat kesempatan di level senior bersama Prancis. Kini, sorotan terhadapnya justru datang dari narasi yang berbeda, yaitu ketika bek kelahiran Toulouse itu dikaitkan dengan Maroko di Piala Dunia.

Situasi tersebut membuat Diop tetap menarik dibicarakan bukan karena puncak karier yang sudah ia capai, melainkan karena jarak antara ekspektasi awal dan kenyataan yang berjalan di depannya. Di tengah ketatnya persaingan, satu hal terlihat jelas: peluang besar di timnas Prancis tak pernah benar-benar datang untuknya.

Source: www.goal.com
Terbaru