Israel-Iran Saling Serang Lagi, Timur Tengah Kembali Diambang Perang Lebih Besar

Timur Tengah kembali masuk fase paling rawan setelah Israel dan Iran saling melancarkan serangan rudal skala besar. Ini menjadi serangan pertama sejak gencatan senjata April lalu, dan langsung memicu kekhawatiran bahwa konflik regional bisa melebar lebih jauh.

Militer Israel menyebut Iran meluncurkan setidaknya tiga rudal ke wilayah utara negaranya. Iran mengatakan serangan itu terjadi setelah Israel menyerang benteng Hizbullah di Beirut selatan.

Balasan berantai yang memperbesar risiko

Israel kemudian membalas dengan menyerang sejumlah target militer dan industri di Iran barat dan tengah. Serangan balasan itu memicu aksi lanjutan terhadap Israel, termasuk dari Iran dan kelompok Houthi di Yaman.

Di tengah eskalasi itu, situasi tetap memanas meski Presiden AS Donald Trump dilaporkan mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu lewat telepon agar tidak membalas serangan Iran. Dorongan itu tidak menghentikan aksi saling serang yang membuat tensi kawasan naik tajam.

Perkembangan ini menambah tekanan di kawasan yang sudah lama rapuh. Serangan langsung antara Israel dan Iran juga memperlihatkan bahwa perang bayangan yang selama ini berlangsung kini semakin terbuka dan berisiko memicu respons dari aktor-aktor lain di kawasan.

Dunia tetap waspada di tengah rangkaian krisis

Di saat ketegangan Timur Tengah meningkat, gempa bumi berkekuatan 7,8 skala Richter mengguncang Mindanao di Filipina selatan. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik menyatakan ancaman tsunami sebagian besar sudah berlalu sekitar lima jam setelah gempa yang terjadi pukul 07.37 pagi.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. sempat mendesak warga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi di daerah rawan tsunami. Indonesia dan Malaysia juga mengeluarkan peringatan bagi warga di kawasan pinggir pantai sekitar perairan Filipina.

Nigeria selamatkan ratusan korban penculikan

Dari Nigeria, militer setempat mengatakan mereka telah menyelamatkan 360 orang yang diculik Boko Haram di Borno Selatan. Penculikan masih menjadi taktik utama kelompok ekstremis itu dalam pemberontakan selama 17 tahun melawan negara Nigeria.

Tentara mengatakan pembebasan dilakukan melalui operasi penyelamatan yang dipimpin intelijen. Namun, belum dijelaskan secara rinci bagaimana para korban dibebaskan.

Pemberontakan di timur laut Nigeria telah menewaskan ribuan orang dan memaksa jutaan warga mengungsi menurut PBB. Sejumlah analis menilai pemerintah Nigeria belum cukup kuat melindungi warganya, meski Presiden Bola Tinubu berulang kali berjanji mengatasinya.

Trump dan sorotan lain dari Washington

Di Amerika Serikat, Donald Trump meninggalkan wawancara dengan NBC setelah ditanya soal klaim kecurangan pemilu. Ia menyebut jaringan itu “berat sebelah dan curang” kepada pembawa acara Meet the Press, Kristen Welker.

Trump lalu mengakhiri wawancara dan berdiri meninggalkan studio dengan ucapan singkat sebelum keluar. Wawancara itu direkam pada Jumat lalu di sebuah peternakan di Wisconsin dan sempat terganggu cuaca serta masalah audio karena hujan deras.

Sejumlah pertanyaan lain dalam wawancara itu juga menyinggung Iran, senjata nuklir, dan janji kampanye Trump untuk menjaga Amerika Serikat agar tidak terseret ke perang negara lain. Dalam suasana global yang sedang tegang, sikap para pemimpin dunia ikut menjadi sorotan karena keputusan dan komentar mereka dapat memengaruhi arah eskalasi berikutnya.

Source: news.detik.com

Terkait