Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC mengirim pesan keras ke Amerika Serikat, Israel, dan sekutu mereka. Jika ada serangan baru, pasukan elite Iran itu menyatakan siap turun ke medan tempur dan membalas dengan kekuatan penuh.
Pernyataan tersebut muncul di tengah ketegangan yang belum mereda setelah dokumen penghentian konflik militer antara Iran dan AS muncul. Dari sana, Teheran terlihat ingin menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam bila tekanan militer kembali datang.
IRGC menyiapkan respons di semua lini
Dalam pernyataan yang dikutip IRNA, IRGC menyebut pasukannya siap menghadapi “musuh yang licik” jika ada pihak yang kembali memaksakan tuntutan berlebihan dan melanggar hak rakyat Iran. Mereka juga menegaskan bahwa seluruh unsur kekuatan sudah bersiaga.
Unsur itu mencakup darat, laut, udara, hingga ranah peperangan hibrida. IRGC menekankan bahwa pengalaman mereka dalam berbagai bentuk pertempuran membuat kesiagaan tempur tetap terjaga.
Ancaman balasan yang lebih keras
IRGC tidak hanya berbicara soal kesiapan bertahan, tetapi juga mengisyaratkan balasan yang lebih berat bila serangan kembali terjadi. Pasukan ini menyebut siap bertindak atas instruksi sekecil apa pun dari komandan yang mereka gambarkan sebagai “berani dan bijaksana”.
Nada pernyataan itu juga memuat ancaman kekalahan bersejarah yang disebut akan jauh lebih telak dibandingkan sebelumnya. Pesan ini memperlihatkan bahwa Iran ingin meningkatkan efek gentar terhadap lawan-lawannya.
Dokumen penghentian konflik dan tenggat perundingan
Ketegangan terbaru berkaitan dengan dokumen yang ditandatangani secara jarak jauh pada malam menjelang 18 Juni. Dokumen itu mengatur penghentian konflik militer yang disebut telah berlangsung sejak 28 Februari.
Kesepakatan tersebut juga memberi waktu 60 hari bagi Iran dan AS untuk merundingkan kesepakatan akhir soal isu nuklir Iran dan sanksi Amerika Serikat. Di sisi lain, dokumen itu memuat jadwal pencabutan blokade laut oleh AS dan pemulihan pelayaran di kawasan Selat Hormuz oleh Iran.
Selat Hormuz tetap jadi titik sensitif
Selat Hormuz kembali mendapat sorotan karena jalur ini punya arti strategis bagi pelayaran dan arus energi. Karena itu, setiap gangguan di kawasan tersebut kerap menarik perhatian internasional.
Komitmen untuk memulihkan pelayaran di Selat Hormuz menjadi bagian penting dalam dokumen pengakhiran konflik. Di titik inilah IRGC ingin menunjukkan bahwa setiap pelanggaran baru akan dihadapi dengan kesiapan militer penuh.
Pesan politik dari Teheran
Pernyataan IRGC menunjukkan bahwa Teheran masih memandang ancaman militer sebagai kemungkinan nyata. Pada saat yang sama, Iran menegaskan bahwa aparat bersenjatanya siap merespons cepat jika ada tekanan baru dari AS, Israel, atau sekutu mereka.
Di tengah perundingan yang masih bergantung pada kesepakatan lanjutan soal nuklir dan sanksi, pesan itu menjadi sinyal bahwa situasi belum benar-benar stabil. IRGC menempatkan kesiagaan tempur sebagai penegasan bahwa Iran tidak akan menahan diri jika agresi kembali terjadi.
Source: www.viva.co.id






