SpaceX mencetak rekor baru di pasar modal global lewat IPO yang nilainya melampaui semua penawaran saham perdana sebelumnya. Harga dilepas di level 135 dollar AS per lembar, sementara dana yang terkumpul mencapai 75 miliar dollar AS.
Skala penawaran ini langsung menempatkan SpaceX sebagai pusat perhatian investor dunia. Dari 555,5 juta lembar saham yang dilepas, permintaan pasar disebut mencapai empat kali lipat dari jumlah yang ditawarkan.
Melampaui rekor Saudi Aramco
Raihan SpaceX itu jauh di atas rekor IPO terbesar sebelumnya yang dipegang Saudi Aramco pada 2019. Saat itu, perusahaan minyak Arab Saudi tersebut mengumpulkan 25,6 miliar dollar AS.
Dengan dana 75 miliar dollar AS, SpaceX bukan hanya memecahkan rekor lama, tetapi juga memberi jarak yang sangat lebar dari capaian Aramco. Selisihnya membuat IPO ini disebut sebagai salah satu peristiwa pasar modal paling besar dalam sejarah.
Masuk jajaran elite perusahaan publik AS
Saham SpaceX dengan kode “SPCX” dijadwalkan mulai diperdagangkan di Nasdaq, New York City, pada Jumat (12/6/2026) waktu setempat. Valuasi perusahaan berbasis di Starbase, Texas, kemudian menembus 1,77 triliun dollar AS.
Dengan valuasi tersebut, SpaceX langsung masuk daftar tujuh perusahaan publik terbesar di Amerika Serikat. Posisi itu menempatkan perusahaan antariksa ini sejajar dengan nama-nama besar seperti Nvidia, Alphabet, Apple, Microsoft, dan Amazon.
SpaceX juga menyiapkan opsi tambahan penjualan sekitar 83 juta saham kepada penjamin emisi dalam 30 hari. Jika opsi itu dieksekusi seluruhnya, perusahaan berpeluang menambah dana segar 11 miliar dollar AS.
Kendali Elon Musk tetap dominan
Meski statusnya berubah menjadi perusahaan publik, Elon Musk tetap memegang kendali penuh atas arah bisnis. Ia menguasai sekitar 82 persen hak suara melalui kombinasi kepemilikan saham kelas A dan kelas B.
Struktur itu membuat Musk tetap menjadi penentu utama strategi SpaceX. Di sisi lain, investor awal dan petinggi perusahaan juga ikut menikmati lonjakan nilai kekayaan dari pencatatan saham ini.
Nama-nama seperti Luke Nosek, Antonio Gracias, dan Gwynne Shotwell tercatat mengalami kenaikan nilai aset yang signifikan. Di tengah semua itu, Starlink tetap menjadi mesin pendapatan utama SpaceX dengan jangkauan jutaan pelanggan di 164 negara.
Perusahaan juga terus mendorong proyek roket Starship untuk misi ke Bulan dan Mars. Selain itu, SpaceX memperluas portofolionya ke sektor kecerdasan buatan melalui merger dengan xAI pada Februari lalu.
