Apple disebut sudah menyiapkan iPhone Ultra 2 secara internal, padahal model foldable pertamanya saja belum hadir di pasar. Bocoran terbaru justru mengisyaratkan arah yang agresif untuk lini lipat Apple, dengan layar yang lebih lebar dari generasi awal.
Di sisi lain, nasib iPhone Air 3 tidak terdengar seaman itu. Lini ultra-tipis Apple ini masih sangat bergantung pada performa iPhone Air 2, sehingga kelanjutannya belum benar-benar pasti.
Dua arah berbeda untuk dua lini baru Apple
Informasi tersebut datang dari pembocor Digital Chat Station, yang merinci perkembangan iPhone Ultra 2, iPhone Air 3, dan strategi Apple untuk lini ponsel tipisnya. Gambaran yang muncul menunjukkan dua pendekatan produk yang bergerak sangat berbeda.
Untuk lini foldable, Apple disebut sudah memberi lampu hijau internal pada penerusnya. iPhone Ultra 2 dikabarkan akan membawa panel lipat yang lebih lebar dibanding generasi pertama, meski teknologi layarnya kemungkinan masih sama.
Artinya, Apple tampaknya belum mengejar perubahan besar di seluruh aspek perangkat. Fokusnya lebih mengarah ke penyempurnaan format, terutama pada pengalaman layar lipat yang lebih lega.
iPhone Ultra pertama belum meluncur
Menariknya, bocoran soal iPhone Ultra 2 muncul saat model pertama masih menunggu debut. iPhone Ultra generasi awal disebut akan meluncur bersama lini iPhone 18 Pro pada 2026.
Perangkat itu sebelumnya dirumorkan membawa layar dalam 7,8 inci dan layar penutup 5,5 inci. Bodinya juga disebut memakai titanium dan chip A20 Pro.
Salah satu angka yang paling menonjol ada pada ketebalannya. Saat dibuka, iPhone Ultra pertama dikabarkan hanya setebal 4,5 mm, yang akan membuatnya menjadi ponsel lipat tertipis di pasar.
Bocoran mengenai iPhone Ultra 2 memberi sinyal bahwa Apple ingin melanjutkan jalur itu lebih jauh. Jika panel yang dipakai tetap serupa tetapi bidang lipatnya dibuat lebih lebar, maka fokus pengembangan tampaknya ada pada kenyamanan pakai, bukan revolusi total.
iPhone Air 3 masih menunggu pembuktian
Berbeda dengan keluarga Ultra, iPhone Air 3 justru disebut belum masuk tahap molding. Digital Chat Station menyebut masa depannya sangat ditentukan oleh performa komersial iPhone Air 2.
Dengan kata lain, Apple belum memberi kepastian penuh untuk generasi ketiga lini ultra-tipis itu. Keberadaan iPhone Air 3 masih berada dalam posisi tunggu dan lihat.
Kondisi ini berkaitan dengan performa iPhone Air generasi awal yang disebut kurang meyakinkan. Digital Chat Station sebelumnya mengklaim aktivasi iPhone Air original hanya sedikit melewati 700.000 unit meski sudah beberapa kali dipotong harganya.
Dampaknya juga disebut terasa pada rantai pasok. Kapasitas pemasok dilaporkan dipangkas lebih dari 80% setelah peluncuran, dan perangkat tersebut kini dipercaya sudah berhenti diproduksi.
Apple masih memberi peluang lewat iPhone Air 2
Meski generasi pertamanya dianggap gagal meyakinkan pasar, Apple tetap melanjutkan iPhone Air 2. Model ini ditargetkan meluncur pada kuartal pertama 2027.
Sejumlah peningkatan juga disebut tengah disiapkan, termasuk kamera belakang kedua dan layar yang lebih besar. Dua perubahan ini menunjukkan bahwa Apple masih mencari formula yang lebih pas untuk ponsel ultra-tipisnya.
Namun ruang kesabarannya tampaknya terbatas. Keberhasilan iPhone Air 2 disebut menjadi penentu utama apakah lini Air akan diteruskan atau justru dihentikan.
Jika penjualannya tidak membaik, lini iPhone Air berdesain sangat tipis berpotensi dicoret sepenuhnya. Situasi itu membuat iPhone Air 3 belum terlihat sebagai proyek yang benar-benar aman untuk melaju ke tahap berikutnya.
Pada akhirnya, bocoran terbaru ini menempatkan iPhone Ultra dan iPhone Air di dua jalur yang sangat kontras. Satu lini sudah disiapkan untuk penerus sebelum model pertama muncul, sementara lini lain masih harus membuktikan diri agar tidak berhenti di tengah jalan.
Source: www.gizmochina.com






