iPhone Terancam Lebih Mahal Musim Gugur Ini, Apple Terjepit Krisis Chip dan Memory

Tekanan biaya komponen mulai mendekati titik yang paling sensitif bagi Apple, yaitu harga iPhone. Di tengah pasokan memori yang mengetat dan permintaan dari pusat data AI yang terus menyerap stok, analis menilai Apple bisa menaikkan harga iPhone pada musim gugur.

Namun, kenaikan itu tidak diperkirakan merata ke semua model. Fokusnya kemungkinan mengarah ke varian Pro dan Pro Max, sementara model dasar masih berpeluang dipertahankan agar tetap lebih terjangkau.

Apple mencari ruang di tengah tekanan pasokan

Dalam panggilan pendapatan kuartal kedua pekan ini, CEO Apple Tim Cook mengatakan biaya memori akan “mendorong dampak yang meningkat pada bisnis” perusahaan. Ia tidak menjelaskan bentuk dampaknya, tetapi menegaskan Apple akan “melihat berbagai opsi” untuk merespons situasi tersebut.

Pernyataan itu muncul ketika industri teknologi menghadapi kekurangan memori yang meluas. Pusat data AI menyerap pasokan dalam jumlah besar, sehingga tekanan harga tidak hanya dirasakan oleh Apple.

Dampaknya sudah terlihat di pasar perangkat konsumen. Harga sejumlah produk seperti laptop, ponsel pintar, dan konsol gim mulai menyesuaikan diri dengan biaya komponen yang lebih tinggi.

Varian premium paling mungkin terkena penyesuaian

IDC analyst Nabila Popal mengatakan kepada CNBC bahwa Apple kemungkinan akan memusatkan kenaikan harga pada model Pro dan Pro Max. Menurut dia, model dasar bisa tetap dipertahankan harganya pada musim semi berikutnya.

Popal juga menilai Apple masih berada pada posisi yang lebih baik dibanding para pesaingnya untuk melewati krisis memori dan mendapatkan suplai yang dibutuhkan. Meski begitu, ia melihat tantangan utama Apple ada pada keseimbangan strategis antara menjaga profitabilitas lewat harga yang lebih tinggi atau mempertahankan harga demi mengejar pangsa pasar.

Pilihan itu menjadi penting karena iPhone tetap menjadi salah satu produk paling diperhatikan dalam strategi pendapatan Apple. Kenaikan kecil pada lini premium saja dapat memengaruhi persepsi pasar, terutama saat konsumen sudah menghadapi biaya perangkat yang naik di banyak kategori.

Tekanan tidak berhenti di iPhone

Cook mengatakan hambatan utama lain yang dihadapi Apple adalah ketersediaan advanced nodes tempat SOC Apple diproduksi. Ia menambahkan bahwa kendala itu pada akhirnya dapat berdampak pada Mac Mini, Mac Studio, dan MacBook Neo.

Artinya, tekanan pasokan tidak hanya membayangi iPhone, tetapi juga sejumlah lini Mac. Situasi ini memperlihatkan bahwa masalah komponen sudah merambat ke lebih dari satu kategori produk Apple.

Meski begitu, Apple sejauh ini masih menghindari kenaikan harga besar pada perangkatnya. Perusahaan tampaknya masih menimbang seberapa jauh pasar bisa menerima perubahan harga tanpa mengganggu permintaan.

Pola dari industri memberi sinyal ke arah yang sama

Langkah penyesuaian harga juga mulai terlihat di kompetitor dan produsen perangkat keras lain. Awal bulan ini, Sony menaikkan harga di seluruh lini PlayStation 5, termasuk model Pro kelas atas menjadi $900.

Microsoft juga baru-baru ini menaikkan harga pada lini PC Surface. Pola ini menunjukkan produsen mulai melindungi margin di tengah biaya komponen yang terus naik.

Di saat yang sama, Apple masih mencatat performa bisnis yang kuat. Perusahaan membukukan pendapatan $111 miliar pada hasil kuartal kedua, naik 17% dibandingkan tahun lalu.

Pertumbuhan itu ditopang oleh pendapatan layanan serta peluncuran iPhone 17e, M4 iPad Air, dan MacBook Neo. Meski begitu, kekuatan pendapatan belum sepenuhnya menyingkirkan risiko bahwa tekanan biaya memori dapat mendorong Apple mengambil langkah harga yang lebih agresif pada produk andalannya.

Terkait