iPad Pro M5 membawa tenaga komputasi besar ke bodi setipis sekitar 5,1 mm. Namun, desain yang sangat ramping itu juga membatasi ruang baterai, sehingga daya tahan dayanya menjadi pertimbangan utama sebelum membeli tablet premium ini.
Catatan tersebut penting bagi pengguna yang ingin menjadikan iPad Pro M5 sebagai pengganti laptop untuk bekerja sepanjang hari. Analisis Paul Thurrott di Thurrott.com menilai baterainya dalam penggunaan nyata dapat lebih cepat terkuras dibandingkan MacBook Air.
Kontras antara performa dan baterai menjadi semakin terasa karena harga perangkat ini berada di kelas tinggi. Varian paling murah iPad Pro M5 dibanderol sekitar Rp20 jutaan hingga Rp25 jutaan, bergantung pada wilayah serta konfigurasi yang dipilih.
Tipis untuk Mobilitas, tetapi Ada Kompromi
Ketebalan 5,1 mm membuat iPad Pro M5 mudah masuk tas dan praktis digunakan saat berpindah tempat. Bagi pekerja kreatif yang mengutamakan perangkat ringan, desain ini menjadi salah satu daya tarik paling kuat.
Di sisi lain, calon pembeli perlu mencocokkan ekspektasi mobilitas dengan pola kerja harian. Beban seperti penyuntingan video, penggunaan aplikasi profesional, dan pekerjaan berbasis AI dapat membuat kebutuhan daya menjadi lebih relevan.
Keterbatasan baterai juga perlu dilihat bersama karakter iPadOS 26. Sistem operasi ini telah menghadirkan pengelolaan jendela yang lebih fleksibel, tetapi ruang kerja dan dukungan aplikasinya masih belum sepenuhnya menyamai pengalaman laptop.
Layar yang Tetap Menjadi Nilai Jual Utama
Apple mengandalkan Layar Tandem OLED Ultra Retina XDR sebagai salah satu alasan utama iPad Pro M5 berada di segmen premium. Teknologi ini menggunakan dua panel OLED bertumpuk untuk menghasilkan kecerahan HDR puncak hingga 1.600 nit.
Menurut spesifikasi Apple Indonesia yang dikutip techno.viva.co.id, panel tersebut dirancang untuk kebutuhan visual dengan kontras tinggi dan akurasi warna. Kemampuan ini relevan untuk pekerjaan kreatif maupun konsumsi konten yang menuntut kualitas tampilan tinggi.
Layar itu juga dapat diturunkan hingga tingkat kecerahan 1 nit saat dipakai di tempat gelap. Fitur tersebut membantu pengguna yang membaca, menyunting, atau menonton konten pada malam hari agar lebih nyaman.
Teknologi ProMotion adaptif hingga 120Hz turut membuat navigasi antarmuka dan perpindahan menu terasa mulus. Kombinasi respons layar, kontras OLED, dan kecerahan tinggi menjadi keunggulan yang sulit diabaikan pada tablet ini.
Chip M5 dan Memori untuk Beban Berat
Chip Apple M5 tersedia dengan konfigurasi CPU hingga 10-core dan GPU 10-core. Peningkatannya tidak hanya berfokus pada prosesor, karena Apple juga menaikkan kapasitas Unified Memory pada seluruh pilihan penyimpanan.
| Varian Penyimpanan | Unified Memory | Fokus Penggunaan |
|---|---|---|
| 256GB dan 512GB | 12 GB | AI lokal dan aplikasi profesional |
| 1TB dan 2TB | 16 GB | Beban kerja tingkat lanjut |
Memori 12 GB pada model 256GB dan 512GB menjadi peningkatan untuk kebutuhan komputasi yang lebih berat. Sementara itu, varian 1TB dan 2TB dengan 16 GB Unified Memory ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan ruang lebih besar untuk alur kerja lanjutan.
Perangkat ini juga diarahkan untuk menjalankan Apple Intelligence berbasis AI lokal. Neural Accelerators pada chip M5 mendukung pemrosesan tugas AI langsung di perangkat tanpa terlalu bergantung pada koneksi internet.
Ulasan Fstoppers yang disebut techno.viva.co.id menyatakan pemrosesan Large Language Models atau LLM secara lokal dapat berjalan instan tanpa lag. Kemampuan itu berpotensi menarik bagi pengguna profesional yang mengutamakan respons cepat saat menjalankan tugas AI.
Kecepatan baca-tulis penyimpanan juga disebut meningkat hingga dua kali dibandingkan generasi sebelumnya. Dukungan tersebut membantu pengeditan video ProRes multi-stream di aplikasi profesional berjalan lebih lancar.
Wi-Fi 7 Menambah Daya Tarik Profesional
iPad Pro M5 memakai chip jaringan internal Apple N1 yang mendukung Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6. Konektivitas ini dapat membantu proses pemindahan file video besar serta sinkronisasi ke layanan komputasi awan.
Meski spesifikasinya kuat, tablet ini paling masuk akal bagi pekerja kreatif yang membutuhkan layar akurat, performa AI lokal, dan mobilitas tinggi. Pengguna kasual yang hanya mencari perangkat hiburan dapat mempertimbangkan iPad Air bermesin M4 sebagai pilihan yang lebih ramah di kantong.
Pilihan akhirnya bergantung pada prioritas masing-masing pengguna. iPad Pro M5 menawarkan layar, performa, dan portabilitas kelas atas, tetapi ketahanan baterai serta batasan iPadOS 26 perlu diperhitungkan serius sebelum investasi di rentang Rp20 jutaan hingga Rp25 jutaan.







