PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI baru merealisasikan pembelian kembali 18 juta saham hingga 30 Juni 2026. Angka tersebut terlihat kecil jika dibandingkan dengan akumulasi saham hasil buyback dari program-program sebelumnya yang belum dialihkan.
Buyback terbaru ini masih berlangsung ketika pasar mengalami fluktuasi signifikan. Di saat yang sama, perseroan masih menyimpan ratusan juta saham hasil pembelian kembali yang penggunaannya menunggu pelaksanaan program sesuai ketentuan.
Program 2026 Masih Memiliki Ruang Waktu
Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tertanggal 15 Juli 2026, periode pelaksanaan buyback ditetapkan paling lama tiga bulan. Program tersebut berlangsung sejak 12 Juni 2026 hingga 11 September 2026.
Dalam laporan perkembangan periode Juni 2026, BRI mencatat pembelian kembali sebanyak 18.000.000 saham sampai 30 Juni 2026. Saham itu belum dialihkan dan rencananya akan digunakan setelah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham serta mengikuti peraturan yang berlaku.
Dengan demikian, angka 18 juta saham belum menggambarkan keseluruhan potensi program buyback 2026. Perseroan masih memiliki waktu hingga 11 September 2026 untuk melanjutkan pembelian kembali dalam periode yang telah diumumkan.
Saham Buyback Lama Masih Mendominasi
Posisi saham hasil buyback dari periode sebelumnya menunjukkan perbedaan yang cukup jauh dibandingkan program terbaru. Buyback 2022 menjadi program dengan jumlah pembelian kembali terbesar, yakni 647.385.900 saham.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 242.298.900 saham telah dialihkan. Artinya, masih ada 405.087.000 saham hasil buyback 2022 yang belum dialihkan hingga laporan disampaikan.
Pengalihan saham dari program 2022 digunakan untuk mendukung kepemilikan saham bagi pekerja, direksi, serta dewan komisaris. Penggunaan tersebut membuat sisa saham buyback tidak langsung kembali beredar melalui pasar.
| Periode | Dibeli Kembali | Sudah Dialihkan | Status |
|---|---|---|---|
| 2022 | 647.385.900 saham | 242.298.900 saham | Sisa 405.087.000 saham |
| 2023 | 293.932.300 saham | Belum ada | Belum terdapat pengalihan |
| 2025 | 157.793.000 saham | Belum ada | Belum melakukan pengalihan |
| 2026 | 18.000.000 saham | Belum ada | Masih berlangsung |
Program 2023 menambah 293.932.300 saham ke dalam persediaan saham hasil buyback BRI. Hingga laporan disampaikan, belum ada saham dari program tersebut yang dialihkan.
BRI menyebut saham hasil buyback 2023 dapat dialihkan untuk program kepemilikan saham pekerja, direksi, dan dewan komisaris. Saham tersebut juga dapat digunakan untuk program lain setelah memperoleh persetujuan OJK dan memenuhi ketentuan yang berlaku.
Buyback 2025 Juga Belum Dialihkan
Selain program 2022 dan 2023, BRI melakukan buyback sebanyak 157.793.000 saham pada 2025. Hingga laporan perkembangan tersebut disampaikan, perseroan belum melakukan pengalihan dari program itu.
Finansial.bisnis.com mencatat, kondisi tersebut membuat stok saham hasil buyback lama masih jauh lebih besar daripada realisasi program 2026 sampai akhir Juni. Perbedaan volume ini menjadi bagian penting dalam melihat posisi buyback BBRI secara keseluruhan.
Secara total, tiga program sebelum 2026 mencakup pembelian kembali lebih dari 1 miliar saham, meski sebagian saham dari program 2022 sudah dialihkan. Sementara itu, program 2026 baru mencatat 18 juta saham dan masih berada dalam tahap pelaksanaan.
Perkembangan berikutnya akan bergantung pada realisasi pembelian kembali hingga berakhirnya periode pada 11 September 2026. Pengalihan saham dari masing-masing program juga tetap menunggu persetujuan dan pelaksanaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Source: finansial.bisnis.com






