Inter Milan semakin dekat ke scudetto setelah menundukkan Cagliari 3-0 dan menjaga posisi puncak klasemen Serie A. Hasil itu membuat jarak Inter dengan Napoli melebar menjadi 12 poin, sementara kompetisi hanya menyisakan lima laga untuk dimainkan.
Situasi tersebut menempatkan Nerazzurri dalam posisi yang sangat kuat. Dari 33 pertandingan, tim asuhan Cristian Chivu sudah mengumpulkan 78 poin dan kini tinggal menjaga konsistensi agar langkah menuju gelar tidak terganggu.
Inter menjaga ritme di fase penentuan
Kemenangan atas Cagliari bukan hanya menambah tiga poin, tetapi juga mengirim pesan bahwa Inter masih mampu tampil stabil saat tekanan meningkat. Tim ini menunjukkan ketenangan dan efisiensi permainan yang penting ketika persaingan memasuki tahap akhir.
Keunggulan dua digit atas Napoli memberi ruang aman bagi Inter. Namun, sisa lima pertandingan tetap menuntut kewaspadaan karena hasil satu laga saja bisa memengaruhi arah perburuan gelar.
Performa melawan Cagliari juga memperlihatkan bahwa Inter tidak kehilangan fokus meski berada dalam situasi yang menguntungkan. Dalam fase seperti ini, keunggulan poin memang penting, tetapi ketajaman dan disiplin di lapangan tetap menjadi penentu.
Chivu soroti mentalitas skuad
Cristian Chivu menilai perubahan mental para pemain menjadi salah satu alasan utama mengapa Inter melaju sejauh ini. Ia melihat skuadnya sudah melupakan kekecewaan musim lalu dan tampil dengan level tanggung jawab yang lebih tinggi sejak awal musim.
“Para pemain sudah melupakan kekecewaan musim lalu, naik level, dan mengambil tanggung jawab sejak awal musim. Mereka merespon dengan baik, memiliki pondasi yang kuat dengan determinasi dan rasa lapar,” kata Chivu di situs resmi klub.
Pernyataan itu menegaskan bahwa keberhasilan Inter tidak hanya bergantung pada kualitas individu. Kerja kolektif, disiplin, dan keinginan untuk memperbaiki hasil sebelumnya ikut membentuk performa tim yang lebih matang.
Dalam konteks perburuan gelar, mentalitas semacam itu sangat penting. Tim yang memimpin klasemen harus mampu mengelola tekanan, menjaga intensitas, dan tetap tenang ketika peluang juara sudah semakin dekat.
Peluang juara kian terbuka
Dengan 78 poin dari 33 laga, Inter memegang kendali penuh atas nasibnya sendiri. Lima pertandingan tersisa menjadi ujian terakhir untuk memastikan keunggulan yang sudah dibangun sejak awal musim tetap bertahan sampai garis akhir.
Jarak 12 poin dari Napoli memberi keuntungan besar, tetapi Inter tetap perlu menjaga momentum. Hasil positif melawan Cagliari menjadi modal penting karena menunjukkan bahwa tim masih mampu menyelesaikan laga dengan meyakinkan.
Faktor konsistensi kini menjadi kunci utama. Jika Inter mampu mempertahankan performa seperti ini, jalan menuju scudetto akan semakin terbuka tanpa perlu terlalu bergantung pada hasil tim lain.
Target besar tidak berhenti di Serie A
Meski posisi di Liga Italia sangat menjanjikan, Chivu menegaskan ambisi Inter tidak terbatas pada kompetisi domestik. Ia juga menempatkan Liga Champions sebagai ajang penting yang harus tetap dihadapi dengan standar tinggi oleh klub sebesar Inter.
“Liga Champions tidak pernah mudah, kami menghadapi tim dengan level yang sangat tinggi seperti tim-tim Inggris dan tim lain yang semakin kuat dengan membelanjakan banyak uang. Bahkan dengan semua itu, tidak ada jaminan untuk juara,” ujarnya.
Chivu menilai kehadiran di panggung elite Eropa merupakan bagian dari identitas tim besar. Bagi Inter, bersaing di dua jalur tersebut menunjukkan bahwa klub tetap menjaga level dan tuntutan tinggi di setiap kompetisi yang diikuti.
Namun untuk saat ini, fokus utama Nerazzurri tetap pada penyelesaian musim di Serie A. Keunggulan besar memberi keuntungan, tetapi lima laga terakhir tetap harus dijalani dengan disiplin agar peluang merebut scudetto benar-benar aman hingga akhir.







