Inggris tidak mampu menembus pertahanan Ghana dan harus puas bermain imbang 0-0 pada laga kedua Grup L Piala Dunia 2026 di Gillette Stadium. Hasil itu langsung memberi sinyal bahwa kemenangan besar di laga pembuka tidak otomatis berlanjut saat menghadapi lawan yang bertahan rapat.
Skuad Thomas Tuchel memang lebih sering memegang bola, tetapi dominasi itu tidak menghasilkan gol. Sepanjang 90 menit, Inggris hanya mencatat tiga tembakan tepat sasaran menurut data ESPN, angka yang menunjukkan serangan mereka kurang tajam di depan gawang.
Dominasi Inggris Tidak Berbuah Peluang Bersih
Jude Bellingham dan rekan-rekannya menguasai jalannya pertandingan, namun kreativitas di area serang tampak kurang efektif. Setiap upaya untuk membongkar blokade Ghana kerap terhenti sebelum benar-benar menguji kiper lawan.
Ghana tampil disiplin dan sabar menjaga lini belakang. Cara bertahan seperti itu membuat Inggris kesulitan menemukan celah, meski punya kendali bola yang lebih besar sepanjang laga.
Paul Merson menilai hasil ini sebagai tamparan keras untuk Inggris. Mantan pemain Arsenal yang kini menjadi pundit Sky Sports itu melihat laga tanpa gol ini sebagai pengingat bahwa gol tidak selalu datang mudah di turnamen besar.
Pelajaran Penting untuk Tim Asuhan Tuchel
Merson juga menilai performa Ghana memberi pelajaran penting bagi Inggris. Menurut dia, justru Inggris yang membuat lawan semakin nyaman bertahan karena serangan mereka tidak cukup variatif.
Ia menegaskan laga seperti ini seharusnya menjadi bahan evaluasi, bukan krisis. Baginya, lebih baik Inggris menerima pelajaran pahit di fase awal turnamen daripada menemukannya saat kompetisi sudah memasuki fase gugur.
Hasil imbang tersebut membuat Inggris mengoleksi empat poin di klasemen Grup L. Mereka kini dibayangi ketat oleh Ghana yang juga mengumpulkan empat poin, sementara Kroasia berada di bawah mereka dengan tiga poin.
Dengan klasemen yang rapat, laga berikutnya menjadi sangat penting bagi Inggris. Mereka wajib meraih poin penuh saat menghadapi Panama pada 28 Juni untuk memastikan langkah ke babak 32 besar.
Duel tanpa gol melawan Ghana memperlihatkan bahwa kemenangan telak di pertandingan pembuka belum menjamin kelancaran di laga berikutnya. Inggris kini dituntut memperbaiki efektivitas serangan jika ingin menjaga peluang lolos tetap aman.







