Inggris Diburu Juara Grup, Panama Jadi Ujian Kepercayaan Diri Tuchel

Inggris masuk ke laga pamungkas Grup L dengan kebutuhan yang lebih besar dari sekadar tiga poin. Setelah menang 4-2 atas Kroasia lalu ditahan Ghana 0-0, tim asuhan Thomas Tuchel perlu tampil meyakinkan untuk menjaga momentum dan kepercayaan diri.

Panama memang terlihat sebagai lawan yang ideal di atas kertas, tetapi justru itu yang membuat duel ini penting bagi Inggris. Kemenangan saja tidak cukup; mereka juga harus menunjukkan kontrol permainan yang lebih stabil setelah performa yang naik-turun di dua laga awal.

Kepercayaan diri Inggris sedang diuji

Laga pertama sempat memberi optimisme besar karena Inggris mampu menundukkan Kroasia, finalis Piala Dunia 2018. Hasil itu membuat banyak pihak melihat Inggris berada di jalur yang tepat menuju fase gugur.

Namun, hasil imbang tanpa gol melawan Ghana mengungkap masalah yang masih membayangi. Inggris menguasai bola dan menyerang lebih sering, tetapi kesulitan menembus pertahanan rapat lawan.

Harry Kane dan Jude Bellingham, yang sama-sama mencetak gol saat melawan Kroasia, tidak banyak mendapat ruang pada laga kedua. Situasi itu membuat rasa frustrasi yang kerap muncul di turnamen besar kembali terasa.

Juara grup masih jadi target utama

Di Stadion New York, Amerika Serikat, Inggris akan menghadapi Panama pada laga terakhir grup. Mereka memimpin klasemen dengan empat poin, sama seperti Ghana di posisi kedua, sementara Kroasia membuntuti dengan tiga poin.

Kemenangan atas Panama akan mengunci status juara grup sekaligus mengembalikan ritme permainan yang sempat meredup. Inggris juga membutuhkan penampilan yang memperlihatkan kendali lebih jelas, bukan sekadar memastikan lolos.

Kane menilai situasi timnya tidak perlu dibesar-besarkan. Kepada Reuters, ia mengatakan ada bagian permainan yang bagus dan ada juga yang perlu diperbaiki saat melawan Ghana.

“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dan mudah-mudahan kami bisa memperbaikinya saat melawan Panama,” kata Kane. Declan Rice juga menyampaikan nada serupa kepada BBC Sport dengan menegaskan bahwa Inggris masih punya peluang besar untuk memuncaki grup.

Panama di atas kertas jauh tertinggal

Dari sisi peringkat FIFA, Inggris berada di posisi keempat dunia, jauh di atas Panama yang menempati peringkat ke-34. Nilai skuad kedua tim juga memperlihatkan selisih yang sangat lebar.

Transfermarkt mencatat nilai skuad Inggris mencapai 1,36 miliar euro, sedangkan Panama hanya 34,55 juta euro. Inggris juga punya modal historis karena pernah menang 6-1 atas Panama pada Grup G Piala Dunia 2018 di Rusia, dengan Kane mencetak trigol.

Kane tetap menekankan pentingnya lolos lebih dulu ke fase berikutnya. Ia mengingatkan bahwa turnamen terbagi menjadi babak grup dan babak gugur, sehingga yang utama di fase ini adalah memastikan langkah ke fase selanjutnya.

Panama ingin menutup turnamen dengan hasil lebih baik

Panama sudah tersingkir, tetapi mereka masih membawa target sederhana ke laga terakhir. Mereka ingin meraih poin pertama di Piala Dunia atau setidaknya mencetak gol sebelum perjalanan mereka berakhir.

Situasi tanpa beban bisa membuat Panama lebih berani bermain lepas. Itu berarti Inggris tetap perlu waspada karena lawan yang tidak lagi terbebani sering kali justru lebih sulit dibaca.

Catatan Panama di Piala Dunia belum meyakinkan. Pada partisipasi pertama mereka di Rusia, mereka selalu kalah, dan pada dua laga edisi terbaru mereka belum mencetak gol.

Pelatih Thomas Christiansen tetap melihat ada perkembangan. Ia menilai para pemain Panama sudah bertumbuh setelah dua pertandingan Piala Dunia ini, meski langkah mereka sudah terhenti.

Ghana dan Kroasia ikut menentukan peta lolos

Laga Kroasia melawan Ghana pada waktu yang sama juga bisa mengubah peta akhir Grup L. Hasil seri berpotensi mengantar kedua tim ke babak 32 besar lewat jalur peringkat kedua grup dan peringkat ketiga terbaik.

Kedua tim sama-sama menundukkan Panama 1-0, tetapi hasil pertandingan mereka sejauh ini berbeda. Kroasia kalah 2-4 dari Inggris di laga pembuka, sementara Ghana mampu menahan Inggris tanpa gol.

Bagi Kroasia, hasil imbang akan memastikan mereka finis ketiga dengan empat poin dan selisih gol minus satu. Ghana hanya membutuhkan hasil seri untuk lolos sebagai peringkat kedua grup.

Pelatih Kroasia Zlatko Dalic tidak ingin timnya bergantung pada hasil pertandingan lain. Ia juga memiliki sedikit keuntungan karena laga dimainkan setelah sembilan dari 12 grup selesai, sehingga ia sudah punya gambaran tentang hasil yang dibutuhkan untuk lolos.

Source: www.kompas.id

Terkait