Infinix kembali menjadi sorotan setelah teaser resmi menampilkan Note 60 Pro dengan dua pembaruan yang paling mencuri perhatian, yaitu layar berteknologi Active Matrix dan penggunaan chipset Snapdragon. Kombinasi ini menunjukkan bahwa Infinix mulai mengubah pendekatan pada lini Note, dari sekadar menawarkan spesifikasi kompetitif menjadi perangkat yang menonjolkan pengalaman pakai lebih matang.
Ponsel ini dijadwalkan meluncur di India pada April 2026 dan diposisikan untuk memperkuat posisi seri Note di kelas menengah. Di tengah persaingan yang ketat, langkah tersebut menandakan bahwa Infinix ingin menarik pengguna yang mencari keseimbangan antara performa, tampilan, dan efisiensi daya.
Layar Active Matrix Jadi Sorotan Utama
Infinix menempatkan Active Matrix Display sebagai daya tarik paling penting pada Note 60 Pro. Teknologi ini memakai transistor aktif pada setiap piksel untuk memberi kendali gambar yang lebih presisi dan respons lebih cepat.
Active Matrix juga banyak dipakai pada panel modern, termasuk AMOLED, karena mampu menghadirkan kontras tinggi dan warna yang lebih hidup. Bagi pengguna, peningkatan ini biasanya terasa saat menonton video, bermain gim, atau sekadar berpindah antar-menu dengan animasi yang lebih halus.
Di segmen menengah, layar kini punya bobot yang besar dalam keputusan pembelian. Karena itu, fokus pada kualitas visual dapat membantu Infinix memperkuat citra produk yang terasa lebih premium tanpa harus keluar dari kelas harga yang biasanya lebih terjangkau.
Peralihan ke Snapdragon Ubah Arah Strategi
Di sisi performa, Infinix mengonfirmasi bahwa Note 60 Pro akan memakai chipset Snapdragon dari Qualcomm. Seri chipset yang dipakai belum diumumkan, tetapi keputusan ini sudah memberi sinyal kuat adanya perubahan arah dibanding banyak model Note sebelumnya yang lebih sering mengandalkan MediaTek.
Snapdragon punya reputasi baik dalam efisiensi daya, performa grafis, dan dukungan perangkat lunak yang luas. Qualcomm juga dikenal kuat dalam fitur AI on-device yang dapat membantu pengolahan foto, pengenalan objek, hingga optimasi sistem.
Secara umum, kehadiran Snapdragon di ponsel kelas menengah biasanya memberi tiga nilai tambah berikut:
- Performa lebih stabil untuk multitasking dan gim.
- Efisiensi daya yang lebih baik untuk penggunaan harian.
- Dukungan ekosistem aplikasi dan software yang lebih luas.
- Optimalisasi kamera dan fitur AI yang lebih matang.
Perpaduan layar Active Matrix dan chipset Snapdragon membuat Note 60 Pro terlihat diarahkan untuk naik kelas. Infinix tampaknya ingin memperkuat identitas seri Note sebagai perangkat yang tidak hanya kompetitif dari sisi harga, tetapi juga lebih seimbang dalam pengalaman penggunaan.
Masih Banyak Detail yang Ditunggu
Meski teaser sudah memberi gambaran awal, detail penting lain masih belum diungkap. Informasi soal kamera, baterai, kecepatan pengisian daya, hingga harga resmi belum tersedia dan akan sangat menentukan daya tarik akhir perangkat ini.
Berikut beberapa hal yang masih ditunggu pasar:
| Detail | Status |
|---|---|
| Seri Snapdragon | Belum diumumkan |
| Jenis panel layar | Belum diumumkan |
| Refresh rate | Belum diumumkan |
| Kamera depan dan belakang | Belum diumumkan |
| Kapasitas baterai | Belum diumumkan |
| Harga resmi | Belum diumumkan |
India akan menjadi pasar pertama untuk peluncuran Note 60 Pro. Jika respons konsumen positif, peluang ekspansi ke negara lain, termasuk Asia Tenggara seperti Indonesia, tetap terbuka karena basis pengguna Infinix di kawasan ini cukup besar.
Dengan fokus baru pada layar dan chipset, Infinix terlihat sedang menyusun ulang posisi seri Note agar lebih relevan di pasar menengah yang menuntut performa, tampilan, dan efisiensi dalam satu perangkat. Kini perhatian pasar tertuju pada detail final yang akan menentukan apakah Note 60 Pro benar-benar bisa menjadi pembeda baru bagi Infinix saat resmi diperkenalkan.







