AI Dibuat Jadi Jalan Baru untuk Kreator Muda, Indosat Buka Akses Adobe Gratis

Indosat Ooredoo Hutchison menempatkan AI bukan sebagai tren yang lewat, melainkan sebagai alat kerja yang bisa membuka peluang nyata bagi kreator muda. Lewat kolaborasi dengan Adobe dan Kementerian Ekonomi Kreatif RI, perusahaan ini mendorong akses teknologi kreatif agar talenta lokal punya ruang yang lebih setara untuk berkembang.

Langkah tersebut terasa relevan karena banyak anak muda punya kemampuan, tetapi belum tentu punya akses yang sama ke perangkat dan pembelajaran. Dengan menggabungkan teknologi, pelatihan, dan dukungan pemerintah, kolaborasi ini ditujukan untuk menjembatani kesenjangan itu.

Akses Adobe Express Gratis untuk Pelanggan Indosat

Dalam kerja sama ini, seluruh pelanggan Indosat, baik IM3 maupun Tri, akan mendapat akses premium gratis ke Adobe Express selama enam bulan. Fasilitas tersebut juga didukung modul pembelajaran praktis dari Adobe Digital Academy yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Paket ini membuat kolaborasi tersebut tidak berhenti pada pemberian aplikasi semata. Pengguna juga diarahkan untuk memahami cara memakai AI dan perangkat kreatif agar konten yang dibuat bisa lebih produktif dan bernilai.

Ekonomi Kreatif Jadi Latar yang Semakin Penting

Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, menyoroti performa kuat sektor ekonomi kreatif Indonesia. Pada 2025, sektor ini tumbuh 6,86 persen dan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 1,75 poin persentase.

Menurut Teuku Riefky, kemampuan beradaptasi dengan teknologi baru seperti AI akan menjadi kunci keberlanjutan industri kreatif. Ia menegaskan bahwa dalam perubahan yang cepat, pihak yang unggul bukan yang paling besar, melainkan yang paling adaptif.

GENSi dan ECHOES Didorong untuk Jangkau Lebih Banyak Anak Muda

Kolaborasi ini juga dikaitkan dengan GENSi, platform pemberdayaan anak muda milik Indosat. Program itu menargetkan jangkauan hingga 15.000 anak muda pada tahun ini.

Dari sisi pemerintah, Kemenekraf akan memperkuat inisiatif tersebut lewat program ECHOES atau Ekraf Creates Harmony on Education Sector. Program ini diarahkan untuk memperluas literasi ekonomi kreatif dan adopsi AI di sekolah-sekolah serta kampus di seluruh Indonesia.

Arah Baru untuk Talenta Lokal

Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menegaskan bahwa kesempatan sering kali tidak tersebar merata meski bakat ada di banyak tempat. Dalam kerangka itu, AI diposisikan sebagai rekan kerja yang membantu memperkuat proses kreatif.

Kombinasi akses teknologi, pelatihan, dan ekosistem ini menunjukkan bahwa transformasi digital di sektor kreatif tidak cukup hanya menyediakan alat. Yang sama pentingnya adalah memastikan teknologi itu bisa dipahami dan dimanfaatkan oleh lebih banyak talenta di Indonesia.

Source: gadgetsquad.id

Terkait