Indonesia akhirnya punya domain khusus untuk ekosistem kecerdasan buatan, yaitu .ai.id. Kehadirannya bukan hanya soal alamat web baru, tetapi juga soal identitas digital yang lebih tegas untuk industri AI di dalam negeri.
Selama ini banyak startup dan perusahaan teknologi di Indonesia memakai domain .ai untuk menunjukkan fokus pada AI. Namun, .ai merupakan kode negara milik Anguilla, sehingga Indonesia belum memiliki penanda domain yang benar-benar merepresentasikan perkembangan AI nasional.
Identitas baru untuk pelaku AI Indonesia
Domain .ai.id ditujukan bagi perusahaan, startup, institusi riset, komunitas, dan pelaku industri AI di Indonesia. Dengan domain ini, organisasi yang bergerak di bidang kecerdasan buatan bisa tampil dengan identitas yang lebih dekat dengan ekosistem lokal.
Kehadiran domain tersebut juga diharapkan menjadi simbol kredibilitas dan kepercayaan. Di tengah persaingan teknologi yang semakin ketat, identitas digital seperti ini dapat membantu publik dan mitra bisnis mengenali entitas yang serius mengembangkan AI.
Peluncuran .ai.id lahir dari kolaborasi Korika, atau Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial, bersama PANDI sebagai Pengelola Nama Domain Internet Indonesia. Keduanya menempatkan domain ini sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem AI yang lebih terstruktur.
Terkait target nasional hingga 2030
Kehadiran .ai.id juga sejalan dengan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial. Dalam strategi itu, Indonesia menargetkan diri menjadi salah satu pusat pengembangan AI terbesar di Asia Tenggara pada 2030.
Dari sisi pasar, kebutuhan terhadap ekosistem digital pendukung AI memang terus membesar. Berdasarkan Indonesia AI Report 2025, sekitar 45 persen pelaku usaha di Indonesia sudah mulai mengadopsi teknologi AI, dan pertumbuhannya mencapai 47 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka itu menunjukkan bahwa fondasi digital untuk AI semakin penting. Domain .ai.id diposisikan sebagai salah satu elemen untuk memperkuat kepercayaan sekaligus memperkokoh posisi Indonesia di industri teknologi global.
Di sisi lain, domain ini berpotensi menjadi penanda baru yang mirip dengan .gov.id untuk instansi pemerintah dan .ac.id untuk perguruan tinggi. Jika adopsinya meluas, .ai.id dapat membantu menciptakan standar identitas bagi layanan berbasis AI di Indonesia.
Pendaftaran dilakukan bertahap
Pendaftaran domain .ai.id dilakukan bertahap melalui situs resmi domain.ai.id. Tahap pertama adalah Sunrise Period, yang berlangsung mulai 2 Juni hingga 2 Juli 2026 dan dikhususkan untuk pemilik merek dagang resmi.
Setelah itu, fase Grandfather dibuka pada 13 Juli hingga 13 Agustus 2026 untuk pemilik domain .id aktif yang ingin mengamankan nama domain versi .ai.id. Berikutnya ada Landrush pada 24 Agustus hingga 24 September 2026 untuk nama domain strategis dengan skema harga premium.
Pendaftaran umum atau General Availability dimulai pada 5 Oktober 2026. Pada fase ini, seluruh masyarakat bisa mendaftarkan domain .ai.id melalui registrar resmi PANDI dengan sistem first come, first served.
Jika lebih dari satu pihak mengincar nama domain yang sama, penentuannya dilakukan lewat mekanisme lelang terbuka. Jalur ini memberi cara yang lebih jelas bagi nama-nama domain yang punya nilai strategis tinggi.
Peluang bagi startup dan riset lokal
Bagi startup AI lokal, domain .ai.id memberi ruang baru untuk menegaskan asal dan fokus bisnis mereka. Institusi penelitian dan pengembang teknologi dalam negeri juga mendapat wadah yang lebih relevan untuk tampil di tingkat internasional.
Dalam industri yang tumbuh cepat, identitas digital sering menjadi pembeda pertama yang dilihat pengguna, mitra, maupun investor. Karena itu, kehadiran .ai.id bukan hanya soal nama domain, melainkan juga soal cara Indonesia membangun posisi di lanskap AI yang makin kompetitif.
Source: id.mashable.com






