Melody Toffee Dan Colosseum Jadi Pembuka, Modi–Meloni Gas Target Dagang 20 Miliar Euro

Pertemuan Narendra Modi dan Giorgia Meloni di Roma tidak hanya menampilkan agenda diplomatik yang padat, tetapi juga momen santai yang cepat menyita perhatian. Di tengah pembahasan perdagangan dan kemitraan strategis, muncul cerita soal permen “Melody” yang dibawa Modi dan tur malam ke Colosseum yang memberi warna lain pada lawatan itu.

Namun inti kunjungan tetap berada pada upaya India dan Italia memperdalam hubungan bilateral. Kedua pemimpin bertemu di Villa Pamphili, vila abad ke-17 yang kerap digunakan untuk menerima tamu resmi, dan menggunakan momen itu untuk menegaskan arah baru kerja sama kedua negara.

Dorongan ke level kemitraan baru

Meloni menyebut hubungan India-Italia kini dinaikkan ke level “special strategic partnership”. Ia menggambarkannya sebagai capaian tertinggi sejauh ini dalam hubungan bilateral kedua negara.

Peningkatan status itu datang dengan target yang lebih konkret. Kedua negara menargetkan nilai perdagangan bilateral naik menjadi 20 miliar euro dalam tiga tahun, dari 14 miliar euro saat ini.

Italia melihat India sebagai pasar yang semakin penting di Asia. Menurut kementerian luar negeri Italia, India kini menjadi mitra dagang terbesar kedua di Asia setelah China.

Peluang ekonomi dari manufaktur hingga digital

Hubungan dagang itu juga punya bobot yang jelas bagi ekonomi Italia. India menyumbang 2,1 persen dari ekspor Italia dan 0,9 persen dari impornya.

Roma menilai masih ada ruang besar untuk memperluas kerja sama ekonomi dengan New Delhi. India sudah melampaui Jepang dan Korea Selatan dalam perdagangan dengan Italia, meski masih tertinggal jauh dari China.

Meloni menyoroti kombinasi yang dianggap saling melengkapi antara kedua negara. Ia menyebut dinamika inovatif India, skala ekonominya, dan infrastruktur digitalnya cocok dengan kekuatan Italia di manufaktur dan industri.

Dalam pernyataan bersama, kedua negara juga membuka pintu untuk investasi di banyak sektor. Daftarnya mencakup tekstil, teknologi bersih, semikonduktor, otomotif, energi, pariwisata, farmasi, teknologi medis, teknologi digital, bahan baku kritis, baja, pelabuhan, dan infrastruktur.

Modi menambahkan bahwa peluang kolaborasi di sektor sipil sangat luas. Ia menyebut bidang kecerdasan buatan, komputasi kuantum, antariksa, dan energi nuklir sebagai area yang memiliki ruang kerja sama “tak terbatas”.

Konteks politik dan ekonomi yang lebih luas

Lawatan ke Roma juga punya konteks yang lebih besar di balik agenda bilateral. Kunjungan ini berlangsung setelah India dan Uni Eropa menyegel kesepakatan perdagangan bebas pada Januari, yang oleh Modi disebut sebagai “mother of all deals”.

Roma menjadi pemberhentian penutup dari lawatan enam hari Modi ke Uni Emirat Arab dan Eropa. Posisi Italia dalam rangkaian kunjungan itu memperlihatkan betapa pentingnya Eropa dalam strategi diplomasi dan ekonomi India saat ini.

Momen ringan di sela agenda resmi

Di luar pembahasan serius, Meloni memberi sentuhan santai pada pertemuan itu lewat unggahan video di X. Ia berterima kasih kepada Modi karena membawa sekotak permen “Melody” yang memunculkan permainan kata dari nama mereka berdua.

Video itu memperlihatkan keduanya tertawa saat hadiah tersebut diterima. Momen singkat itu ikut memperkuat citra akrab di antara dua pemimpin yang sedang menggarap agenda strategis yang jauh lebih besar.

Kunjungan Modi ke Italia disebut sebagai lawatan bilateral pertama seorang perdana menteri India ke Italia dalam 26 tahun. Meski begitu, Modi pernah datang ke Italia pada 2021 untuk pertemuan G20 dan kembali pada 2024 untuk KTT G7.

Selain agenda dengan Meloni, Modi juga dijadwalkan mengunjungi kantor pusat Organisasi Pangan dan Pertanian PBB atau FAO di Roma. Kunjungan itu dikaitkan dengan penguatan komitmen India terhadap multilateralisme dan keamanan pangan global.

Terkait