Indonesia Masuk WAICO, China Dorong Aturan AI Global agar Tak Dikuasai Satu Negara

Indonesia menjadi salah satu dari 29 negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization atau WAICO, organisasi antarpemerintah baru yang diprakarsai China. Kehadiran forum ini menambah ruang bagi Indonesia untuk terlibat dalam pembahasan aturan kecerdasan buatan di tengah perebutan pengaruh teknologi global.

WAICO membawa gagasan bahwa pengembangan AI tidak seharusnya ditentukan oleh satu kekuatan besar. China mendorong kerja sama lintas negara agar manfaat, keamanan, dan arah pemakaian AI dapat dirumuskan secara lebih luas.

Pesan China di Tengah Rivalitas Teknologi

Presiden China Xi Jinping memperkenalkan gagasan tersebut dalam World Artificial Intelligence Conference atau WAIC 2026 di Shanghai. Konferensi itu juga dihadiri Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Dalam pidato pembukaan pada Jumat (17/7), Xi menyoroti risiko jika AI hanya dikuasai segelintir negara. “Pengembangan AI tidak boleh menjadi panggung solo bagi satu negara saja, melainkan sebuah simfoni dari kerja sama internasional,” kata Xi, seperti dikutip Al Jazeera.

Xi juga menyerukan penolakan terhadap penggunaan konsep keamanan nasional secara berlebihan dalam bidang AI. Pernyataan itu dipandang sebagai kritik tersirat terhadap Amerika Serikat, ketika Beijing dan Washington bersaing ketat dalam chip serta teknologi AI.

Persaingan tersebut tidak hanya menyangkut layanan digital yang dipakai konsumen. AI kini berkaitan dengan penguasaan semikonduktor, pembangunan pusat data, kebutuhan listrik dalam skala besar, sampai pengembangan sistem militer canggih.

WAICO dan Agenda Tata Kelola AI

Menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip Al Jazeera, WAICO resmi dibentuk pada 16 Juli setelah China mendorong gagasan aliansi ini sejak tahun sebelumnya. Organisasi tersebut berkantor pusat di Shanghai dan menghimpun negara dari Asia, Afrika, Amerika Latin, Eropa, serta Timur Tengah.

Tujuan WAICO adalah memperkuat kerja sama internasional dalam pengembangan kecerdasan buatan. Forum ini juga diarahkan untuk membantu penyusunan regulasi AI agar teknologi tersebut aman dan memberi manfaat bagi manusia.

Sejumlah analis menilai WAICO berpotensi menjadi kendaraan politik Beijing untuk membentuk arah kebijakan AI yang sedang dirumuskan di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dengan demikian, organisasi ini dapat menjadi arena baru untuk memperebutkan pengaruh dalam tata kelola teknologi global.

Bagi negara-negara anggota, keterlibatan dalam WAICO membuka jalur untuk ikut membahas standar dan aturan AI lintas negara. Namun, tantangan utamanya adalah menyusun kesepakatan bersama di tengah kepentingan nasional dan kompetisi teknologi yang semakin tajam.

Kekuatan China dalam Ekosistem AI

China telah menjadikan AI sebagai salah satu pilar kebijakan industrinya dengan investasi besar di ekosistem domestik. Investasi itu mencakup rantai teknologi dari produksi chip hingga aplikasi yang digunakan masyarakat.

China masih tertinggal dari Amerika Serikat dalam akses terhadap semikonduktor paling canggih. Namun, Beijing memiliki modal penting berupa pasokan listrik untuk pusat data besar yang dibutuhkan dalam pelatihan dan pengoperasian model AI.

China juga mendominasi produksi mineral jarang yang penting dalam pembuatan chip. Pasokan listrik yang murah dan melimpah memberi negara itu keuntungan saat kebutuhan energi untuk AI terus bertambah.

Produksi listrik China saat ini disebut mencapai dua kali lipat Amerika Serikat. Kesenjangan tersebut diperkirakan dapat melebar seiring investasi agresif pemerintah China pada jaringan energi nasionalnya.

29 Negara Pendiri WAICO

Komposisi pendiri WAICO menunjukkan kuatnya keterlibatan negara-negara Global South dalam agenda kerja sama AI ini. Indonesia bergabung bersama negara seperti Brasil, Malaysia, Afrika Selatan, Rusia, dan Pakistan.

No.Negara Pendiri WAICO
1China
2Aljazair
3Belarusia
4Brasil
5Kamboja
6Kamerun
7Kongo
8Kuba
9Etiopia
10Indonesia
11Kazakhstan
12Kenya
13Kyrgyzstan
14Laos
15Lesotho
16Malaysia
17Mozambik
18Myanmar
19Nikaragua
20Oman
21Pakistan
22Rusia
23Senegal
24Serbia
25Afrika Selatan
26Tajikistan
27Uzbekistan
28Venezuela
29Zambia

Keterlibatan Indonesia menempatkan negara ini di forum yang akan membahas masa depan Tata Kelola AI internasional. Perkembangan WAICO selanjutnya akan menentukan sejauh mana negara-negara anggotanya mampu menerjemahkan agenda kerja sama itu menjadi aturan bersama.

Source: www.cnnindonesia.com
Terkait