Indonesia Masih Punya Ruang Besar di Tengah Industri Asuransi Global yang Terus Melaju

Industri asuransi global belum melambat meski ekonomi dunia masih dibayangi ketidakpastian geopolitik dan fragmentasi ekonomi. Di tengah kondisi itu, Indonesia justru dinilai menyimpan ruang pertumbuhan yang besar karena penetrasi asuransinya masih rendah.

Berdasarkan Allianz Global Insurance Report 2026, premi industri asuransi global diperkirakan tumbuh 7,1 persen menjadi EUR6,9 triliun sepanjang 2025. Kenaikan itu setara tambahan premi EUR456 miliar dan masih berada di atas rata-rata pertumbuhan dalam satu dekade terakhir.

Asuransi jiwa tetap jadi segmen terbesar

Laporan tersebut menunjukkan asuransi jiwa masih menjadi segmen terbesar dengan nilai EUR2.861 miliar. Di bawahnya ada asuransi umum sebesar EUR2.320 miliar dan asuransi kesehatan senilai EUR688 miliar.

Pasar asuransi kerugian juga bergerak menuju normalisasi setelah periode kenaikan harga. Premi global pada segmen ini naik 3,8 persen pada 2025, lebih rendah dibanding pertumbuhan 8,5 persen pada tahun sebelumnya.

Perlambatan itu terjadi seiring matangnya siklus harga dan mulai stabilnya inflasi klaim. Kondisi tersebut menandakan industri masih bertumbuh, tetapi dengan pola yang lebih seimbang dibanding fase kenaikan sebelumnya.

SegmenNilai Premi GlobalPertumbuhan 2025Keterangan
Asuransi JiwaEUR2.861 miliarTidak disebutkanSegmen terbesar
Asuransi UmumEUR2.320 miliarTidak disebutkanSegmen kedua terbesar
Asuransi KesehatanEUR688 miliar12,3 persenMomentum pertumbuhan tertinggi sejak 2014

Asia masih menjadi motor utama

Di Asia, kebutuhan perlindungan, tingkat tabungan yang tinggi, dan perubahan demografi masih menjadi penopang utama pertumbuhan industri. Premi asuransi jiwa di kawasan ini naik 9,9 persen pada 2025, dengan Tiongkok mencatat pertumbuhan 11,4 persen.

Asia juga tetap menjadi pasar asuransi jiwa terbesar di dunia. Posisi itu ditopang populasi yang menua, tingkat tabungan yang tinggi, serta sistem pensiun publik yang belum sepenuhnya komprehensif di banyak negara.

Secara global, asuransi kesehatan mencatat momentum penting karena premi segmen ini tumbuh 12,3 persen pada 2025. Allianz Research menyebut laju tersebut sebagai yang tertinggi sejak 2014.

Indonesia masih punya ruang ekspansi besar

Indonesia mencatat pertumbuhan pasar asuransi sebesar 11 persen dengan total premi mencapai EUR15,8 miliar. Allianz menilai capaian ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perlindungan jiwa, kesehatan, dan aset.

“Pertumbuhan industri asuransi Indonesia yang terus berlanjut mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan perlindungan, baik untuk jiwa, kesehatan, maupun aset,” kata Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia, Alexander Grenz, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 4 Juli 2026.

Ia menegaskan ruang pertumbuhan di Indonesia masih besar karena penetrasi asuransi belum tinggi. Kondisi itu membuat peluang perluasan akses proteksi masih terbuka lebar bagi lebih banyak masyarakat.

Alexander juga menyoroti kenaikan biaya layanan kesehatan yang membuat premi asuransi kesehatan harus tetap berkelanjutan dan terjangkau. Menurut dia, hal itu penting agar akses perlindungan berkualitas dapat bertahan dalam jangka panjang.

Prospek jangka panjang tetap solid

Allianz Research memperkirakan pasar asuransi global tumbuh rata-rata 5,3 persen per tahun dalam sepuluh tahun ke depan. Laju itu sedikit di atas pertumbuhan ekonomi dunia dan ditopang oleh kebutuhan perlindungan yang terus berkembang di berbagai negara.

Untuk Indonesia, tingkat penetrasi asuransi yang masih relatif rendah, yakni 1,3 persen terhadap PDB, menjadi penanda masih adanya kebutuhan yang belum terpenuhi. Karena itu, pertumbuhan tahunan industri asuransi nasional diperkirakan mencapai 8,2 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan PDB nominal sebesar 7,6 persen.

Pada segmen asuransi kerugian, pertumbuhan global diproyeksikan mencapai 4,7 persen hingga 2036, sementara Indonesia diperkirakan tumbuh 7,3 persen. Segmen ini dinilai akan tetap mencatat kinerja solid di hampir seluruh pasar karena kebutuhan perlindungan terus meningkat.

Allianz Research juga tetap optimistis terhadap asuransi jiwa yang diperkirakan tumbuh 4,9 persen per tahun, didukung tingkat suku bunga yang lebih tinggi. Untuk Indonesia, pertumbuhan segmen ini disebut berada di level 7,9 persen, menandakan pasar domestik masih punya peluang besar untuk berkembang seiring meningkatnya kebutuhan proteksi masyarakat.

Source: www.medcom.id
Terkait