Indonesia menyita perhatian kawasan saat menjadi tuan rumah Huawei ICT Competition APAC ke-10 di Sekretariat ASEAN, Jakarta. Ajang ini mempertemukan ribuan mahasiswa teknologi informasi dan komunikasi dari berbagai negara Asia Pasifik dan menempatkan pengembangan talenta digital sebagai isu strategis regional.
Kompetisi tahunan itu diikuti lebih dari 8.600 mahasiswa dari 14 negara dan wilayah di Asia Pasifik. Setelah seleksi ketat, lebih dari 160 mahasiswa dari 13 negara dan wilayah melaju ke final tingkat APAC di Jakarta.
Ribuan mahasiswa adu kemampuan di bidang ICT
Persaingan berlangsung melalui Practice Competition yang mencakup Cloud Track, Network Track, dan Computing Track. Ada pula Innovation Competition yang menilai ide teknologi dengan potensi manfaat nyata.
Pada Innovation Competition, tim dari National University of Singapore meraih Grand Prize. Inovasi mereka dinilai memiliki peluang komersial tinggi sekaligus dampak sosial besar.
Di Practice Competition, tim dari Vietnam Posts and Telecommunications Institute of Technology mendominasi pada Computing Track dan Cloud Track. Sementara itu, Grand Prize untuk Network Track diraih tim dari Bulacan State University.
Peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Jepang, Laos, Timor-Leste, Hong Kong SAR, dan Macao SAR juga masuk daftar juara pertama hingga ketiga di berbagai kategori. Sebanyak 16 tim terbaik kini akan mewakili Asia Pasifik di kompetisi global di Shenzhen, Tiongkok, yang dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang.
ASEAN soroti talenta digital sebagai kebutuhan strategis
Acara puncak kompetisi turut dihadiri sejumlah tokoh penting regional, termasuk Kao Kim Hourn, perwakilan pemerintah Indonesia, serta organisasi internasional di bidang telekomunikasi dan digital. Dalam sambutannya, Kao menekankan bahwa pengembangan talenta muda menjadi kunci transformasi digital ASEAN.
Ia menyebut talenta digital sebagai “denyut utama” untuk mewujudkan visi transformasi digital ASEAN sesuai ASEAN Digital Masterplan 2030. Penekanan itu menunjukkan bahwa kebutuhan sumber daya manusia digital menjadi perhatian besar di tengah percepatan teknologi dan kecerdasan buatan.
Huawei dorong penguatan ekosistem AI
Huawei juga memanfaatkan ajang ini untuk memperkenalkan inisiatif strategis terkait pengembangan talenta AI di Asia Pasifik. Peter Pan mengatakan Huawei ingin menghadirkan dampak yang lebih besar melalui kolaborasi dan inovasi berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Huawei meluncurkan white paper berjudul ICT Job Roles and Skills in the Intelligent World. Dokumen ini dikembangkan bersama IDC, OpenAtom Foundation, dan Global Intelligent Internet of Things Consortium.
Isi white paper membahas tren pekerjaan ICT masa depan, perubahan kebutuhan keterampilan, dan jalur pengembangan kompetensi di era dunia berbasis AI dan teknologi cerdas. Peluncurannya turut disaksikan oleh Boni Pudjianto dan diperkenalkan secara resmi oleh Sun Hu.
Huawei bersama ASEAN Foundation dan International Telecommunication Union juga menghadirkan kolaborasi simbolis yang menegaskan komitmen penguatan kapasitas digital generasi muda Asia Pasifik. Selama bertahun-tahun, Huawei mengusung filosofi “In Asia Pacific, for Asia Pacific” melalui kerja sama dengan pemerintah, universitas, dan industri.
Jaringan pelatihan ICT Academy terus meluas
Perkembangan Huawei ICT Academy disebut sangat cepat dalam sembilan tahun terakhir. Program itu kini menjangkau lebih dari 500 institusi di 18 negara dan wilayah Asia Pasifik, dari yang awalnya hanya hadir di dua institusi pendidikan.
Hingga saat ini, lebih dari 160 ribu mahasiswa telah mengikuti pelatihan Huawei ICT Academy. Sekitar 60 ribu mahasiswa masih aktif menjalani program tersebut, menandakan besarnya minat terhadap penguatan kompetensi digital di kawasan.
Lewat Huawei ICT Competition APAC ke-10, Indonesia menjadi panggung penting bagi percakapan soal masa depan talenta digital Asia Pasifik. Ajang ini juga memperlihatkan bahwa investasi pada pendidikan ICT dan AI kini menjadi bagian penting dari upaya memperkuat daya saing kawasan di ekonomi digital global.







