Indonesia Di Urutan Ke-14, Dua Wilayah Asia Pasifik Jauh Melampaui Rata-Rata Pengangguran

Di tengah rata-rata pengangguran Asia Timur dan Pasifik yang relatif rendah, ada sejumlah negara dan teritori yang justru menonjol dengan angka jauh lebih tinggi. Data Bank Dunia menunjukkan rata-rata kawasan itu berada di kisaran 3,8 persen pada 2025, tetapi sebagian wilayah mencatat angka yang melampaui batas tersebut secara signifikan.

Kondisi itu memperlihatkan bahwa pasar tenaga kerja di kawasan ini tidak bergerak seragam. Struktur ekonomi, ketergantungan pada sektor tertentu, hingga gangguan global seperti harga komoditas dan rantai pasok ikut membentuk perbedaan angka pengangguran antardaerah.

Polinesia Prancis dan Kaledonia Baru paling tinggi

Melansir World Visualized, Polinesia Prancis menempati posisi teratas dengan tingkat pengangguran 11,7 persen. Kaledonia Baru menyusul di urutan kedua dengan 11,2 persen, jauh di atas rata-rata kawasan.

Selisih angka keduanya dengan rata-rata regional bahkan mendekati tiga kali lipat. Karena itu, kedua wilayah ini terlihat sebagai outlier dalam peta ketenagakerjaan Asia Timur dan Pasifik.

Di bawah dua wilayah tersebut, daftar pengangguran tertinggi diisi Guam dengan 5,6 persen. Setelah itu ada Fiji dan Brunei Darussalam yang sama-sama mencatat 5,3 persen.

Posisi Indonesia di urutan ke-14

Indonesia berada di urutan ke-14 dengan tingkat pengangguran 3,2 persen. Angka itu menempatkan Indonesia di kelompok negara dengan pengangguran relatif rendah dibanding banyak wilayah lain dalam daftar.

Indonesia berada di bawah rata-rata kawasan yang berada di kisaran 3,8 persen. Posisi ini membuat pasar tenaga kerja Indonesia terlihat lebih terkendali dibanding sebagian besar negara dan teritori yang tercantum.

Namun, data Badan Pusat Statistik menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT Indonesia berada di kisaran 4,6–4,8 persen. Perbedaan angka ini menunjukkan bahwa sumber dan cakupan pengukuran dapat menghasilkan hasil yang berbeda.

Daftar lengkap negara dan teritori

Berdasarkan persentase dari total angkatan kerja, berikut urutan lengkap negara dan teritori dengan tingkat pengangguran tertinggi di kawasan Asia Timur dan Pasifik. Polinesia Prancis berada di puncak, disusul Kaledonia Baru, Guam, Fiji, Brunei Darussalam, Mongolia, New Zealand, Vanuatu, Samoa, China, Australia, Malaysia, Korea Utara, Indonesia, dan Myanmar.

Urutan tersebut menunjukkan beberapa wilayah berada di kelompok menengah, sekitar 5 persen. Di kelompok ini ada Guam, Fiji, Brunei Darussalam, Mongolia, New Zealand, Vanuatu, dan Samoa.

China, Australia, Malaysia, Korea Utara, Indonesia, dan Myanmar berada di bawah atau mendekati rata-rata kawasan. Kondisi itu menandakan pasar kerja di negara-negara tersebut cenderung lebih stabil dibanding wilayah dengan angka pengangguran lebih tinggi.

Mengapa angkanya bisa berbeda

Wilayah kecil dan ekonomi yang tidak terlalu beragam cenderung lebih rentan terhadap perubahan eksternal. Saat satu sektor melemah, dampaknya bisa langsung terasa pada lapangan kerja dan angka pengangguran.

Itu sebabnya, tingginya angka di Polinesia Prancis dan Kaledonia Baru tidak otomatis mencerminkan pola yang sama di negara besar lain. Ukuran pasar kerja, struktur ekonomi, dan ketergantungan pada sektor tertentu tetap menjadi kunci untuk membaca data ini secara lebih utuh.

Secara umum, Asia Timur dan Pasifik masih menunjukkan pasar tenaga kerja yang cukup stabil. Meski begitu, daftar ini memperlihatkan kesenjangan antardaerah yang masih lebar, sementara Indonesia tetap berada di kelompok dengan tingkat pengangguran yang relatif rendah.

Source: www.viva.co.id
Terkait