Kementerian Perdagangan menyiapkan jalur pasok alternatif untuk bahan baku plastik guna menjaga ketersediaan di dalam negeri. Langkah ini diambil saat rantai pasok global masih tertekan dan harga bahan baku berisiko bergerak liar.
Pemerintah juga berupaya menahan dampak lanjutan ke industri hilir dengan memperluas sumber impor naphtha, bahan utama untuk pelet plastik. Fokus utamanya adalah memastikan pasokan tetap lancar sehingga harga plastik bisa dijaga stabil.
Cari pemasok baru di luar jalur utama
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut pemerintah membuka opsi impor dari Afrika, India, dan Amerika Serikat. Opsi ini muncul karena pengiriman global makin lama dan persaingan antarnegara untuk mendapatkan bahan baku semakin ketat.
Selama ini, pasokan besar naphtha banyak bergantung pada Timur Tengah. Ketergantungan pada satu kawasan membuat Indonesia perlu menyiapkan cadangan ketika jalur logistik terganggu atau permintaan global meningkat tajam.
Pasokan global sedang tertekan
Gangguan distribusi internasional ikut memperlambat pengiriman bahan baku plastik ke banyak negara. Di saat yang sama, sejumlah produsen besar mulai memprioritaskan kebutuhan domestik sehingga volume ekspor mereka berkurang.
Budi mengatakan kondisi itu memengaruhi ketersediaan bahan baku plastik di pasar dunia. Taiwan, Thailand, dan Korea Selatan termasuk negara yang kini lebih menahan pasokan untuk kebutuhan dalam negeri masing-masing.
Harga dijaga agar industri tidak ikut terguncang
Pemerintah menempatkan stabilitas harga sebagai prioritas utama. Jika pasokan cukup, tekanan biaya produksi pada industri plastik dan sektor turunannya bisa lebih terkendali.
Budi menegaskan bahwa kenaikan harga plastik sejauh ini belum berdampak besar terhadap harga komoditas di pasar. Pemerintah tetap berupaya membuat plastik lebih murah agar biaya produk turunan lain ikut turun.
Berikut langkah yang ditempuh pemerintah untuk menjaga pasokan dan harga:
- Mencari alternatif pemasok naphtha dari Afrika, India, dan Amerika Serikat.
- Berkoordinasi dengan pelaku industri plastik di dalam negeri.
- Menghubungkan kebutuhan industri dengan perwakilan dagang Indonesia di luar negeri.
- Membuka kerja sama dengan sebanyak mungkin negara pemasok bahan baku.
Peran naphtha bagi industri plastik
Naphtha menjadi bahan baku utama untuk menghasilkan pelet plastik yang dipakai industri manufaktur. Supply bahan ini sangat penting karena gangguan kecil saja bisa berdampak pada produksi barang konsumsi, kemasan, hingga kebutuhan industri lain.
Independent Commodity Intelligence Services atau ICIS mencatat Arab Saudi dan Oman termasuk pemasok terbesar naphtha, masing-masing sekitar 3,6 juta ton dan 2,7 juta ton per tahun. Lembaga itu juga menyebut hampir 4 juta ton naphtha dikirim melalui Selat Hormuz ke Asia tiap bulan.
Data tersebut memperlihatkan betapa pentingnya jalur perdagangan yang stabil bagi negara importir seperti Indonesia. Ketika arus pengiriman terganggu, industri dalam negeri rentan menghadapi keterlambatan bahan baku dan kenaikan biaya.
Diversifikasi menjadi strategi jangka pendek
Pemerintah menilai diversifikasi sumber impor menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko ketergantungan pada satu kawasan. Pendekatan ini tidak hanya menyangkut harga, tetapi juga ketahanan pasokan agar pabrik tetap beroperasi tanpa gangguan.
Kementerian Perdagangan juga terus berkoordinasi dengan pelaku industri dan perwakilan dagang Indonesia di luar negeri. Dengan lebih banyak pilihan pemasok, Indonesia berharap bisa menjaga pasokan bahan baku plastik tetap aman di tengah tekanan rantai pasok global.
Source: en.antaranews.com






