IHSG masih mampu bertahan di zona hijau pada akhir perdagangan sesi I, Rabu, 15 Juli 2026, meski pergerakannya sempat naik-turun sejak pagi. Indeks ditutup di level 6.067, menguat 28,31 poin atau 0,46 persen.
Ketahanan IHSG di atas level psikologis 6.000 menunjukkan pasar masih menjaga minat beli pada saham-saham berkapitalisasi besar. Dukungan datang dari sektor bahan dasar, properti, dan sentimen positif bursa Asia yang ikut menopang arah perdagangan.
Transaksi Ramai, Rentang Gerak Sempat Lebar
Aktivitas di Bursa Efek Indonesia tercatat padat sepanjang sesi pertama. Nilai perdagangan mencapai Rp6,18 triliun dengan volume 12,05 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1.164.398 kali.
IHSG dibuka di level 6.068, lalu sempat menyentuh titik tertinggi 6.080 dan terendah 6.007 sebelum akhirnya menutup sesi di area yang lebih stabil. Pola ini memperlihatkan pasar bergerak hati-hati, namun belum kehilangan tenaga untuk bertahan di zona penguatan.
| Data Perdagangan | Angka |
|---|---|
| IHSG | 6.067 (+28,31 poin atau +0,46 persen) |
| Pembukaan | 6.068 |
| Tertinggi | 6.080 |
| Terendah | 6.007 |
| Nilai transaksi | Rp6,18 triliun |
| Volume | 12,05 miliar saham |
| Frekuensi | 1.164.398 kali |
BMRI dan BBCA Masuk Radar Utama
Saham-saham perbankan besar kembali menyita perhatian investor. BMRI mencatat nilai transaksi tertinggi di sesi I dengan harga Rp4.240, naik 1,92 persen, sementara BBCA berada di level Rp6.200 dan menguat 1,22 persen.
TPIA juga masuk daftar saham top value dengan harga Rp1.925 setelah naik 2,39 persen. Di sisi volume, BUMI tetap menjadi yang terbesar pada Rp149, disusul RANS di Rp240 yang melonjak 10,09 persen, dan BNBR di Rp86 yang terkoreksi 3,37 persen.
| Saham | Harga | Perubahan |
|---|---|---|
| BMRI | Rp4.240 | +1,92 persen |
| BBCA | Rp6.200 | +1,22 persen |
| TPIA | Rp1.925 | +2,39 persen |
Untuk saham LQ45, ANTM menjadi top gainer setelah melesat 5,14 persen ke level Rp3.070. ESSA menyusul di Rp600 dengan kenaikan 3,45 persen, sedangkan ISAT naik 2,96 persen ke Rp1.915.
Di sisi lain, KLBF turun 2,05 persen ke Rp715, TLKM terkoreksi 1,95 persen ke Rp2.510, dan MEDC melemah 1,20 persen ke Rp1.235. Pergeseran ini menunjukkan investor masih selektif meski indeks utama tetap menguat.
Sektor Penggerak Masih Terbatas
Secara sektoral, IDX Basic Materials mencatat kenaikan terbesar dengan penguatan 1,40 persen. IDX Property menyusul dengan kenaikan 1,05 persen, lalu IDX Infrastructures naik 0,41 persen.
Tekanan datang dari IDX Healthcare yang turun 0,67 persen dan IDX Industrials yang melemah 0,54 persen. Kondisi ini menegaskan bahwa penguatan IHSG pada sesi I masih bertumpu pada sejumlah sektor tertentu saja.
Sentimen regional juga ikut membantu arah pasar. Hingga sesi I, Hang Seng Hong Kong menguat 1,46 persen dan Nikkei 225 Jepang naik 1,21 persen, sementara Shanghai Composite China terkoreksi tipis 0,08 persen.
Phintraco Sekuritas sebelumnya memperkirakan IHSG bergerak dalam fase konsolidasi di rentang 5.950-6.125 dengan level pivot di 6.000. Proyeksi itu selaras dengan posisi indeks yang masih nyaman bertahan di atas 6.000, meski indikator Stochastic RSI sudah masuk area overbought.
Dengan dukungan saham-saham besar dan beberapa sektor utama, peluang IHSG untuk tetap stabil pada sesi berikutnya masih terbuka. Arah selanjutnya akan ditentukan oleh seberapa kuat minat beli bertahan ketika tekanan mulai muncul di saham-saham tertentu.
