Pasar SUV listrik di Indonesia kini mendapat opsi yang lebih berlapis lewat kehadiran iCAR V23. Model yang diperkenalkan di IIMS 2026 ini tidak hanya datang sebagai satu mobil listrik biasa, tetapi sebagai lini yang menawarkan tiga karakter berbeda untuk kebutuhan pengguna yang tidak sama.
Pendekatan itu membuat iCAR V23 terasa relevan di tengah pasar yang makin menuntut pilihan lebih spesifik. Calon pembeli kini bisa menimbang mobil ini bukan hanya dari efisiensi listrik, tetapi juga dari gaya berkendara, kebutuhan performa, dan karakter desain yang paling sesuai.
Tiga karakter, satu nama besar
Varian paling dasar adalah iCAR V23 OG/Original RWD yang ditujukan untuk penggunaan harian. Model ini memakai penggerak roda belakang dan baterai 59,93 kWh, sehingga diarahkan untuk mobilitas perkotaan yang mengutamakan efisiensi dan kenyamanan.
Di atasnya, ada iCAR V23 OG/Original AWD untuk pengguna yang menginginkan tenaga lebih besar dan traksi lebih baik. Varian ini dibekali sistem penggerak semua roda dan baterai 81,76 kWh, sehingga lebih cocok untuk kebutuhan perjalanan yang lebih jauh dan kondisi jalan yang lebih beragam.
Selain dua varian utama, iCAR juga menghadirkan sejumlah edisi khusus. Nama-nama seperti Pro Retro Edition, Pro Cyberspace Edition, dan Pro Plus Collector Series memberi ruang bagi pembeli yang ingin karakter lebih spesifik, dari nuansa klasik modern hingga tampilan futuristik yang lebih agresif.
Desain boxy yang jadi identitas
iCAR V23 tampil dengan desain boxy modern yang langsung memberi identitas kuat di kelasnya. Garis bodi yang tegas, tampilan minimalis, dan lampu depan futuristik membuat SUV listrik ini terlihat tangguh tanpa kehilangan kesan premium.
Karakter visual itu dipertahankan di seluruh varian. Artinya, pembeli tidak hanya memilih berdasarkan urusan teknis, tetapi juga tetap mendapat bahasa desain yang konsisten dan menonjolkan sisi gaya.
Di tengah pasar SUV listrik yang makin ramai, aspek desain seperti ini punya bobot besar. Banyak konsumen kini melihat mobil listrik sebagai bagian dari gaya hidup, bukan sekadar alat transportasi yang hemat energi.
Kabinnya dibuat praktis dan modern
Masuk ke dalam kabin, iCAR V23 membawa pendekatan yang serba digital. Layar infotainment berukuran besar menjadi pusat perhatian di dashboard, sementara tata letak interior dibuat minimalis agar ruang terasa lebih lega.
Pendekatan tersebut didukung material kabin yang dirancang untuk kenyamanan perjalanan. Kombinasi itu membuat iCAR V23 tidak hanya terlihat modern, tetapi juga disiapkan untuk dipakai harian maupun untuk perjalanan yang lebih panjang.
Dari sisi fitur, SUV listrik ini sudah dibekali teknologi keselamatan modern dan sistem konektivitas pintar. Pengemudi juga bisa mengakses berbagai fungsi kendaraan lewat fitur digital yang tersedia, sehingga pengalaman berkendara terasa lebih terhubung.
Strategi iCAR di pasar Indonesia
Presiden iCAR Indonesia, Zeng Shuo, mengatakan penjualan global iCAR V23 telah menembus lebih dari 82.000 unit. Ia menyebut capaian itu sebagai cerminan komitmen perusahaan dalam menghadirkan kendaraan dengan desain berkarakter, teknologi yang relevan, dan fleksibilitas personalisasi.
Ia juga menjelaskan bahwa iCAR membawa pendekatan mobilitas yang lebih ekspresif, bergaya, dan berorientasi pada gaya hidup. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa iCAR tidak hanya bermain di ranah efisiensi, tetapi juga mencoba membangun kedekatan dengan konsumen modern.
Kehadiran V23 di Indonesia dipandang sebagai langkah serius iCAR untuk memperluas pasar kendaraan energi baru. Model ini sekaligus diperkirakan ikut memperketat persaingan di segmen SUV listrik yang terus berkembang.
Bagi konsumen, situasinya jelas menguntungkan karena pilihan mobil listrik semakin beragam. Mereka kini bisa memilih SUV listrik yang sesuai dengan kebutuhan harian, performa, dan karakter visual yang paling pas dengan gaya hidup masing-masing.
