Sri Wulansih, ibunda mendiang Julia Perez atau Jupe, tak kuasa menahan air mata saat menceritakan nasib dua apartemen peninggalan sang putri di kawasan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur. Ia mengaku sudah tidak sanggup lagi membayar kewajiban HPL yang disebut mencapai Rp 6 juta setiap tiga bulan, sehingga memilih mencari bantuan agar aset itu bisa segera dijual.
Dalam pengakuannya di program Best Kiss, Sri menjelaskan bahwa kondisi keuangan keluarga berubah sejak Jupe wafat. Ia mengatakan penghasilan anak-anaknya kini hanya cukup untuk kebutuhan harian, sementara dirinya sudah tidak punya dana memadai untuk menutup biaya rutin apartemen tersebut.
Permintaan Terbuka kepada Raffi Ahmad
Sri Wulansih secara langsung meminta bantuan Raffi Ahmad untuk membeli dua unit apartemen milik Jupe. Ia menyampaikan permintaan itu sebagai jalan keluar agar beban finansial keluarga tidak terus menumpuk.
“Raffi Ahmad, mama minta tolong,” ucap Sri dalam tayangan tersebut saat menjelaskan lokasi apartemen warisan itu. Permintaan itu juga menegaskan bahwa yang dibutuhkan bukan sekadar perhatian, melainkan solusi nyata untuk mengalihkan aset yang sudah tak mampu lagi ditanggung keluarga.
Alasan Dua Apartemen Harus Dilepas
Sri menyebut hasil penjualan dua apartemen tersebut rencananya akan dipakai untuk memperbaiki rumah singgah dan musala milik Jupe di Serang. Bangunan itu disebut sudah rusak, bahkan atap rumah singgah dikabarkan bocor dan kondisi fisiknya makin memprihatinkan.
Berikut inti alasan yang disampaikan Sri Wulansih:
- Tidak mampu membayar HPL apartemen sebesar Rp 6 juta per tiga bulan.
- Penghasilan keluarga hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
- Hasil penjualan akan dipakai memperbaiki rumah singgah dan musala di Serang.
- Kondisi bangunan di Serang disebut sudah rusak dan butuh perbaikan segera.
Pilihan menjual aset dinilai lebih realistis dibanding terus menanggung kewajiban yang semakin berat. Situasi ini juga menunjukkan bahwa warisan properti tidak selalu menjadi beban yang ringan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Tangis di Depan Makam Jupe
Sri juga mengaku sudah meminta maaf langsung kepada mendiang putrinya di depan makam. Ia menilai keputusan melepas dua apartemen terasa berat, tetapi menjadi langkah yang paling masuk akal untuk saat ini.
Ia menyampaikan bahwa hidup keluarganya berubah total setelah Jupe meninggal. Dengan suara bergetar, Sri mengatakan dirinya tidak lagi memiliki cukup uang untuk menutup seluruh pengeluaran yang muncul dari aset peninggalan sang anak.
Kondisi Keluarga yang Serba Terbatas
Sri menegaskan bahwa anak-anaknya yang lain, seperti Nia dan Dela, juga memiliki kebutuhan sendiri dan penghasilan yang tidak besar. Mereka disebut hanya berusaha bertahan untuk memenuhi kebutuhan makan harian.
Situasi itu membuat beban keluarga makin terasa, bukan hanya karena kewajiban apartemen, tetapi juga karena kebutuhan hidup yang terus berjalan. Dalam kondisi seperti ini, menjual aset dianggap lebih masuk akal daripada menambah tunggakan yang tidak sanggup dibayar.
Gambaran Beban yang Dihadapi Keluarga
| Masalah | Keterangan |
|---|---|
| Biaya rutin | HPL apartemen Rp 6 juta per tiga bulan |
| Kondisi keluarga | Penghasilan hanya cukup untuk kebutuhan harian |
| Tujuan penjualan | Perbaikan rumah singgah dan musala di Serang |
| Kondisi aset lain | Bangunan disebut rusak dan butuh perbaikan |
Pernyataan Sri memperlihatkan dilema yang kerap muncul saat keluarga mengelola warisan berupa properti dengan biaya rutin yang tetap berjalan. Di tengah keadaan serba terbatas, ia berharap ada pihak yang bisa membantu proses penjualan dua apartemen itu agar beban keluarga berkurang dan aset peninggalan Jupe bisa dialihkan untuk kebutuhan yang lebih mendesak.
Source: www.beritasatu.com






